Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Februari 2017 | 01.43 WIB

Kilas Setahun Saiful Ilah-Nur Ahmad Syaifuddin, Menanti Frontage Road dan Jalan Lingkar Luar

SIAP MEMIMPIN: Saiful Ilah dan Nur Ahmad Syaifuddin mengapit anggota DPR dari PKB Arzetti Bilbina saat pelantikan bupati dan Wabup di pendapa pada 17 Februari tahun lalu. - Image

SIAP MEMIMPIN: Saiful Ilah dan Nur Ahmad Syaifuddin mengapit anggota DPR dari PKB Arzetti Bilbina saat pelantikan bupati dan Wabup di pendapa pada 17 Februari tahun lalu.

Pasangan ’’Bersinar’’ Bupati Saiful Ilah dan Wabup Nur Ahmad Syaifuddin sudah genap setahun memimpin Kota Delta. Kini masuk dua tahun. Cukup banyak yang sudah dilakukan. Begitu juga penghargaan yang diterima. Namun, tentu di sana-sini masih ada kekurangan.



SAAT itu, 17 Februari 2016, senyum Saiful Ilah tampak mengembang. Mengenakan pakaian serbaputih, dia melangkah mantap ke Gedung Negara Grahadi Pemprov Jatim. Ya, setelah melewati pertarungan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) dengan tiga pasangan lain, pria berusia 67 tahun itu kembali dikukuhkan menjadi bupati Sidoarjo untuk yang kedua.


Pada periode kedua, Saiful tidak lagi ditemani Hadi Sutjipto sebagai Wabup. Posisi Wabup dipercayakan kepada Nur Ahmad Syaifuddin. Dia dikenal sebagai kader NU dan PKB. Terakhir, pria asal Desa Janti, Waru, tersebut duduk sebagai ketua Komisi C (bidang infrastruktur) DPRD Sidoarjo. Pasangan yang diusung PKB itu dipercaya mayoritas pemilih untuk memimpin Sidoarjo hingga 2021.


Dalam periode kedua ini, Saiful-Nur Ahmad mempunyai visi dan misi melanjutkan program kerja pada periode pertama. Selain itu, tentu menambah program-program baru. Program kerja itu telah terangkum dalam sebuah mimpi sekaligus target menjadikan Sidoarjo yang inovatif, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.


Membuka kembali lembar misi Saiful-Nur Ahmad, ada lima misi yang ingin diwujudkan. Pertama, mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel melalui penyelenggaraan pemerintahan yang aspiratif, partisipasif, serta transparan. Kedua, meningkatkan perekonomian daerah melalui optimalisasi potensi basis industri pengolahan, pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM dan koperasi, serta pemberdayaan masyarakat.


Ketiga, meningkatkan kualitas dan standar pelayanan pendidikan dan kesehatan. Keempat, meningkatkan tatanan kehidupan masyarakat yang berbudaya dan berakhlaqul kharimah berdasar keimanan kepada Tuhan YME serta memelihara kerukunan, ketenteraman, dan ketertiban. Kelima, mewujudkan infrastruktur publik yang memadai dan berkualitas sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.


Untuk mewujudkan janji-janji lima tahun ke depan itu, semua sudah tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) 2016–2021. Di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, misalnya, pemkab menargetkan tingkat pelayanan jalan bernilai baik atau B. Artinya, kualitas menjadi perhatian utama. Akses yang membentang di Kota Delta harus baik dan mulus serta tidak ada lagi keluhan jalan berlubang.


Sejatinya, pemkab sudah berusaha mencapai target tersebut. Jalan-jalan kabupaten yang langganan rusak diperbaiki. Misalnya, akses dari Porong ke Krembung. Dulu, jalan itu rusak parah. Berlubang di sana-sini lantaran kerap dilewati truk bertonase tinggi. Kini akses tersebut sangat mulus. Begitu pula Jalan Kemangsen, Krian. Lantaran kerap rusak, jalan sepanjang 1 kilometer itu akhirnya dilapisi beton.


Namun, jalan yang membentang di Sidoarjo bukan hanya jalan berstatus milik kabupaten. Ada pula jalan yang berada dalam kewenangan Pemprov Jatim dan nasional alias pusat. Selama ini, kerusakan kerap terlihat di jalan-jalan tersebut. Lihat saja, banyak lubang di jalan mulai Balongbendo hingga Porong. Kondisi itu pun membuat pemkab kena awu anget. Seolah ketiban sampur. Warga yang belum mengetahui kepemilikan jalan tersebut sering melancarkan protes ke pemkab. Termasuk ke bupati.


Proyek pembangunan jalan-jalan baru terus untuk dikebut. Tercatat ada lima ruas akses yang bakal dikerjakan. Pertama, frontage road (FR). Pembangunan jalan itu menjadi solusi mengurangi kemacetan di Waru hingga Buduran. Membentang sepanjang 9,2 kilometer. Sejak 2012, pembangunan FR sudah direncanakan.


Proyek itu terseok-seok. Awalnya, pengerjaan FR diprediksi berjalan cepat. Sebab, mayoritas lahan merupakan milik perusahaan. Perusahaan diminta menghibahkan lahan mereka demi kelancaran akses utama Surabaya–Sidoarjo itu.


Sayang, berselang empat tahun berjalan, prediksi tersebut meleset. Hingga kini progres pembangunan FR itu belum signifikan. Di antara 31 perusahaan, baru sebelas perusahaan yang legawa menyerahkan lahan mereka.


Prioritas proyek jalan yang lain adalah pembangunan jalan lingkar barat (JLB) dan jalan lingkar timur (JLT). Saat ini pengerjaan JLB baru sampai Desa Sugihwaras, Candi. Rencananya, jalan itu membujur 5 kilometer sampai Desa Ketapang, Tanggulangin. Namun, problem utamanya lagi-lagi klise. Yakni, alotnya pembebasan lahan.


Untuk JLT, saat ini jalan itu sudah tersambung mulai Banjar Kemantren hingga Candi. Panjangnya 8,8 kilometer. Rencananya, pemkab menjadikan akses itu empat lajur. Namun, sejauh ini baru di wilayah Banjar Kemantren dan sebagian Desa Prasung yang sudah empat lajur.


Dua proyek untuk mengurai kepadatan adalah realisasi jalan lingkar luar timur (JLLT) dan jalan lingkar luar barat (JLLB). Untuk JLLT, akses tersebut menghubungkan wilayah Surabaya (Gunung Anyar) dengan Sidoarjo (Sedati). Nanti, JLLT membentang dari Sedati hingga Jabon. Panjangnya berkisar 30 kilometer. Adapun JLLB, panjangnya sekitar 25 kilometer yang menghubungkan wilayah Porong hingga Krian. Dua proyek jalan itu sampai saat ini belum berjalan. Baru sebatas perencanaan dan penyelesaian detail engineering design (DED).

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore