Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juli 2017 | 04.23 WIB

Komoditas Pertanian Sayuran dan Lele Desa Ini Hasilkan Juara

PRESTASI: Kadin Pertanian Gresik Agus Joko Waluyo menyerahkan piagam kepada Ketua Kelompok Tani Wanita Desa Kisik Umi Khulsum. - Image

PRESTASI: Kadin Pertanian Gresik Agus Joko Waluyo menyerahkan piagam kepada Ketua Kelompok Tani Wanita Desa Kisik Umi Khulsum.


JawaPos.com – Kelompok Tani Wanita Desa Kisik dan Kelompok Tani Desa Gluranploso meraih penghargaan bidang pertanian Senin (10/7). Mereka kreatif. Kelompok Tani Wanita Desa Kisik, Kecamatan Bungah, sukses berinovasi dalam pengelolaan tanah pekarangan. Mereka mengubah pekarangan menjadi kebun sayur-mayur.



Berkat kreativitasnya, paguyuban itu meraih juara Lomba Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan 2017. ”Kebetulan, kami dapat bantuan ibu-ibu tetangga desa. Niat awalnya memang membantu masyarakat,’’ ungkap Ketua Kelompok Tani Wanita Desa Kisik Umi Khulsum. Lahan sayuran mereka memang hanya 100 meter persegi. Namun, sayurannya lengkap. Bayam, kangkung, brokoli, terong, dan sebagainya.



Keberhasilan kelompok tani itu juga terlihat dari ternak lele. Ribuan ikan hasil ternak diambil untuk kepentingan masyarakat desa. Kelompok Tani Wanita Desa Kisik berhasil menyisihkan 22 peserta lain.



Prestasi pertanian juga diperoleh Kelompok Tani Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng. Mereka menjuarai Lomba Pengelolaan Lumbung Pangan Desa Se-Kabupaten Gresik. Organisasi itu sukses mengembangkan simpan pinjam gabah.



”Setiap panen, kami selalu menyisihkan padi dengan total 3,5 ton untuk tabungan di lumbung,’’ papar Ketua Kelompok Tani Desa Gluranploso Kisno. Tabungan padi dipinjamkan kepada petani yang membutuhkan. Sisanya dijual pada panen berikutnya. Nah, hasil penjualan tidak dibiarkan mandek. Pendapatan menjadi modal bisnis jual-beli bibit pertanian. Konsumennya masyarakat desa.



Kepala Dinas Pertanian Gresik Agus Joko Waluyo menjelaskan, lomba itu menjadi ajang pembinaan petani. Penggarap lahan pertanian wajib kreatif. Pengolahan lahan harus maksimal.



”Termasuk bagaimana memanfaatkan limbah pertanian. Kami mendorong munculnya kreativitas,’’ kata Agus. Dia sepakat petani wajib menguasai ilmu manajemen keuangan. Penggunaan tenaga kerja dan operasional seharusnya dihitung ketat.



Keberhasilan dua kelompok tani tersebut diharapkan mendorong sektor pertanian. Meski, hasil panen selalu naik. Pada 2015, panen padi mencapai 397,2 ribu ton. Jumlahnya naik menjadi 420 ribu ton pada 2016. (hen/c6/roz)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore