Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Mei 2017 | 12.25 WIB

Jaring Aspirasi ke Sekolah

CARI MASUKAN: Arzeti didampingi Kepala SMAN 5 Sri Widiati berdiskusi dengan Jagad Wijaya, siswa kelas X. - Image

CARI MASUKAN: Arzeti didampingi Kepala SMAN 5 Sri Widiati berdiskusi dengan Jagad Wijaya, siswa kelas X.


JawaPos.com – Anggota Komisi X DPR Arzeti Bilbina mengunjungi Surabaya. Perempuan yang dilantik menjadi anggota DPR periode 2014–2019 itu datang ke beberapa sekolah. Yakni, SMAN 4, SMK Ketintang, dan SMAN 5.



Kunjungan perempuan yang dikenal sebagai mantan model dan peragawati, bintang sinetron, serta presenter tersebut bertujuan menyerap aspirasi. Arzeti menyebutkan, ada beberapa hal yang menjadi perhatiannya. Antara lain, realisasi program Indonesia pintar (PIP). ”Kita pastikan program ini banyak diserap,” katanya Rabu (10/5) ketika berkunjung ke SMAN 5.



Terserapnya PIP, jelas dia, menunjukkan bahwa banyak siswa yang merasakan manfaat beasiswa pemerintah itu. Bahkan, akan lebih baik jika PIP bisa berkembang dan berdampak positif untuk siswa. ”Bisa ada tambahan untuk PIP,” tuturnya.



Arzeti juga melihat sarana dan prasarana di sekolah. Dalam kunjungannya ke SMK Ketintang, misalnya. Dia mengawal ketersediaan ruang praktik sekolah. Arzeti menuturkan, pihaknya memfasilitasi kebutuhan ruang praktik sekolah dengan Kemendikbud. ”Sudah ada MoU (perjanjian kerja sama, Red), ini kita kawal,” jelasnya. Setidaknya, ada dua ruang praktik sekolah yang dibutuhkan oleh SMK Ketintang.



Sekolah swasta juga membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah. Kebutuhan sarana dan prasarana harus difasilitasi. Dengan begitu, sekolah swasta juga bisa bersaing dan menghasilkan lulusan yang baik.



Era teknologi informasi memang tidak lepas dari perhatian Arzeti. Tidak terkecuali kebutuhan komputer di sekolah. Jumlah siswa yang mencapai seribu orang di satu sekolah tentu tidak imbang dengan jumlah komputer yang tidak lebih dari 200 unit.



Di SMAN 5, contohnya. Kepala SMAN 5 Sri Widiati menjelaskan, ada 132 komputer di sekolahnya. Padahal, jumlah siswa mencapai seribu orang. Mulai kelas X hingga XII. Karena itu, siswa menggunakannya secara bergantian.



Secara umum, ungkap Arzeti, kedatangannya bermaksud memastikan program-program kementerian terserap di sekolah dan masyarakat. ”Karena itulah, kami turun,” tuturnya. Jangan sampai sekolah yang merupakan salah satu media pendidikan di masyarakat ternyata kekurangan sarana dan prasarana. ”Kita akan coba sampaikan aspirasi ini,” ucapnya. Satu hal yang tidak lepas dari perhatiannya, pelestarian bangunan cagar budaya. Salah satunya, SMAN komplek di Surabaya. ”Ini sekaligus pelestarian cagar budaya oleh Kemendikbud,” jelas kader PKB itu. (puj/c20/oni)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore