Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Februari 2017 | 00.28 WIB

Om Jun Meregang Nyawa di Dalam Kos Usai Beli Rokok dan Tisu

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

JawaPos.com - Tak biasanya Junaedi Iman masih berada di dalam kamar kosnya yang terletak di Jl Wonorejo VII No 5 Surabaya itu hingga pukul 08.00 pagi tadi. Hal itu menimbulkan kecurigaan Devi Kumalasari, sang pemilik kos. Ia lalu berinisiatif untuk membangunkan kakek berusia 74 tahun tersebut mengingatkan untuk berangkat bekerja.


Namun, setelah digedor berkali-kali, tak ada jawaban dari kakek yang telah ngekos di sana selama 5 bulan itu. Ia pun lalu meminta bantuan tetangganya untuk membuka paksa pintu kamar Junaidi. Setelah berhasil membuka pintu tersebut, Devi terkaget menemukan Junaedi terbujur kaku tak bernyawa di kasurnya. Ia lalu bergegas melapor ke RT setempat yang diteruskan ke Polsek Rungkut. 


Kepada jawapos.com. Devi bercerita biasanya Om Jun, biasa dia dipanggil, meninggalkan kamarnya untuk bekerja jam 07.00. Namun hingga pukul 08.00, motor Junaedi masih terparkir di depan kamarnya.


Ketika kami tanyakan tempat kerja Junaedi dan profesinya, Ia mengaku tidak tahu karena sang Kakek cukup tertutup kepadanya. Devi pun juga tak tahu pasti keberadaan keluarga Junaedi karena saat kos di tempatnya, dia hidup seorang diri. 


“Orangnya pendiam. Jarang ngobrol juga. Sukanya di kamar terus. Saya nggak enak juga tanya-tanya,” ucap perempuan berusia 30 tahun tersebut.


Devi mengaku, sebelum meninggal, Junaedi tidak megeluh atau bercerita apapun kepadanya. Bahkan, di malam sebelum meninggal, sekitar pukul 20.00, Junaedi sempat berbelanja rokok dan tisu di warung depan kosnya. 


Aiptu Hepy M,SH dari Reskrim Polsek Rungkut mengatakan, bahwa sekitar pukul sembilan pagi tadi Ia mendapat laporan mengenai penemuan mayat Junaedi. Saat ini, jenazah Junaedi masih berada di RS Dr Soetomo untuk diotopsi dan mengaku masih belum mengetahui pasti penyebab kematiannya. 


Namun, Ia menduga Junaedi meninggal karena sakit mengingat usianya yang telah meginjak kepala tujuh. Ia juga memperkirakan waktu kemaitian Junaedi tak jauh dari saat Ia pergi ke warung malam sebelumnya. “Melihat kondisi jenazah, besar kemungkinan Junaedi meninggal setelah tak lama Ia keluar kamar untuk berbelanja di warung depan,” pungkasnya. (cr4/jpg)



Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore