Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Juli 2017 | 18.24 WIB

Mencuri Sepeda, Seorang Remaja Babak Belur Dihakimi Massa

KAPOK: Maling sepeda digelandang ke Mapolsek Buduran, Sidoarjo. - Image

KAPOK: Maling sepeda digelandang ke Mapolsek Buduran, Sidoarjo.


JawaPos.com- Prasetyo beberapa kali mengerang kesakitan. Remaja 19 tahun itu juga terpincang-pincang ketika berjalan di Mapolsek Buduran, Sidoarjo. Maklum, beberapa jam sebelumnya, dia menjadi sasaran massa yang emosional. Sebab, Prasetyo tepergok mencuri.



Warga asli Ponorogo yang ngekos di Kepuhkiriman, Waru, Sidoarjo, tersebut tidak sendirian saat beraksi. Dia ditemani tiga orang. Namun, mereka berhasil kabur ketika warga melakukan penyergapan. ”Belum kenal lama dengan teman-teman itu. Jadi, tidak tahu di mana tinggalnya,” jelas Prasetyo sambil menahan rasa sakit.



Pada Kamis malam (6/7), komplotan remaja itu beraksi di Desa Banjarkemantren, Buduran. Mereka berboncengan dengan menggunakan dua motor. Lalu, mereka berkeliling mencari sasaran. Pada pukul 19.00, mereka berhenti di depan rumah Nizar Zuchilmi. ”Ada sepeda pancal bagus, kelihatannya mahal. Mereknya juga terkenal,” katanya.



Prasetyo lantas turun dari motor. Dia hendak membawa kabur sepeda kuning itu. Kuli bangunan tersebut berani menjadi eksekutor karena sebelumnya diberi upah Rp 120 ribu oleh tiga temannya. ”Hasil penjualan sepeda juga akan dibagi rata,” ungkapnya.



Nahas, korban melihatnya ketika sedang menuntun sepeda. Nizar spontan berteriak maling. Mendengar teriakan itu, tiga pelaku lain yang menunggu di atas motor langsung kabur. Prasetyo tertinggal. Warga mengepung dan menyergapnya. Jengkel, massa lantas menghakiminya. Prasetyo babak belur. Untung, sejumlah polisi tiba di lokasi kejadian.



Kanitreskrim Polsek Buduran Ipda Nanang Mulyono menjelaskan, korban saat itu baru selesai mandi. Nizar lantas keluar untuk memasukkan sepeda yang diparkir di halaman rumah. ”Harga sepeda yang hendak dicuri Rp 4 jutaan,” ucapnya.



Nanang menyatakan, keberadaan tiga pelaku lain belum terlacak. Meski begitu, pihaknya tidak akan berhenti memburu mereka. ”Mereka masih muda-muda. Mereka dan pelaku saling kenal karena sering nongkrong di tempat yang sama,” ujarnya. (edi/c23/hud)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore