
UUH...., BERAT: Kepala Rutan Kelas I Surabaya Bambang Haryanto Sabtu (29/4) saat panen lele.
JawaPos.com – Rutan Kelas I Surabaya melaksanakan panen raya ikan lele Sabtu (29/4). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-53.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya Bambang Haryanto menyatakan, kegiatan panen tersebut dilaksanakan serentak di 34 provinsi se-Indonesia. Namun, produk yang dipanen tidak sama antara satu rutan dan rutan yang lain.
Sebelum panen, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menyampaikan pidato dan sambutan melalui telekonferensi. ”Gelaran ini berpusat di Lapas Kelas II-B Terbuka Kabupaten Kendal. Di sana ada peresmian lapas produktif oleh Pak Menteri,” terang Bambang.
Jajaran pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Jatim ikut hadir dalam panen lele di rutan Medaeng. Namun, Kadiv Pemasyarakatan Kemenkum HAM Jatim Harun Sulianto tidak dapat hadir. Dia diwakili Kabid Pembinaan, Bimbingan, Pemasyarakatan, Pengentasan Anak, Informasi, dan Komunikasi Kemenkum HAM Jatim Indra Sofyan.
Bambang mengatakan, lele di rutan Medaeng sudah sepuluh kali dipanen. Nah, bertepatan dengan Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-53, rutan di Desa Medaeng itu menggelar panen raya. ”Tema kali ini narapidana berbagi kepada masyarakat,” ucap Bambang.
Rutan yang berisi 2.670 tahanan itu membagikan 10 ribu lele. Selain dibagikan ke anak-anak di Panti Asuhan Al Amin Kedung Turi, warga sekitar dan pengunjung rutan ikut kebagian.
Lele tersebut merupakan hasil budi daya yang dilakukan para tahanan. Sebelumnya mereka mendapatkan pelatihan keterampilan dari rutan. Kasubsi Bimbingan Kegiatan Prayogo Mubarak mengatakan, pembudidayaan lele menggunakan sistem bioflok. Dengan sistem tersebut, produktivitas lele meningkat dua kali lipat.
Kini rutan Medaeng memiliki empat kolam ikan lele. Kolam tersebut terletak di kompleks bagian belakang. Dulu tempat di ujung timur rutan itu adalah tempat sampah. Kolam dibuat berbentuk bulat. Bahannya adalah terpal dan konstruksi baja yang mudah dibongkar pasang. Air yang digunakan juga tidak sembarangan. ”Kami mencampurkan dolomit dan prebiotik ke dalam air,” ujar Prayogo. Proses itu dilakukan untuk mengolah kotoran ikan lele menjadi gumpalan yang kecil sebagai makanan alami. (han/c10/fal/sep/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
