
TERTIPU: Sejumlah calon jamaah umrah First Travel bertemu untuk mengumpulkan data-data sebelum melapor ke polisi.
JawaPos.com – Banyak juga korban penipuan jamaah umrah First Travel (FT) asal Sidoarjo. Belasan orang berkumpul pada akhir pekan (27/8) di Perumahan Sidokare Indah. Mereka saling berkoordinasi untuk mengumpulkan data-data para korban. Data itu nanti dijadikan bahan laporan ke polisi.
Nurul Mustasyiah, salah seorang korban, berharap instansi terkait dapat memberikan fasilitas. Dengan demikian, mereka yang tertipu FT bisa terwadahi. Sebab, manajemen FT cabang Kota Delta kini seakan lepas tangan dalam mencarikan solusi. ”Jumlah korbannya tidak sedikit,” ungkapnya.
Kantor FT cabang Sidoarjo ada di Perumahan Pondok Mutiara, Sidoarjo, kini sudah tutup. Nasib calon jamaah umrah yang dijanjikan berangkat pun akhirnya terkatung-katung. ”Dulu diam karena khawatir tidak diberangkatkan kalau bersuara. Nah, sekarang hampir pasti tidak ada yang berangkat. Kan izin pusatnya saja sudah dicabut,” katanya.
Nurul mendaftar sebagai calon jamaah umrah FT pada awal tahun lalu. Dia sejatinya berangkat bersama tiga anggota keluarganya. Masing-masing membayar ongkos Rp 16,8 juta. Harga itu jauh lebih murah bila dibandingkan dengan biro lainnya. ”Jadwal berangkat katanya pada 11 Mei 2017,” terangnya.
Namun, jadwal tersebut kemudian berubah. Mundur dua hari dari agenda semula. Bahkan, Nurul dan calon jamaah lain di kelompoknya saat itu sudah berada di Jakarta. ”Dua kali pindah hotel. Hingga sebelas hari menunggu tidak ada kejelasan, kami dipulangkan. Manajemen sudah tidak mau menanggung biaya akomodasi,” tuturnya.
Mereka tentu saja kesal, tapi tidak dapat berbuat banyak. Nurul dan koleganya akhirnya memilih pulang setelah dijanjikan berangkat oleh manajemen pusat FT. Saat itu tanggal kepastian berangkat pun masih gelap. ”Hanya surat pernyataan dengan meterai, sampai sekarang tidak ada kepastian,” jelasnya.
Hermanto, korban lain, mengatakan bahwa langkah yang ditempuh memang terkesan lambat. Namun, ada alasan kuat yang mendasari. Mayoritas jamaah takut uang yang sudah disetor tidak kembali jika mengadu ke polisi. ”Kami meminta keadilan,” ujar pria 61 tahun tersebut.
Dia memaparkan, jumlah korban penipuan FT cabang Sidoarjo 2.502 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah. Jumlah tersebut bukan tidak mungkin bisa bertambah. ”Itu hanya yang sudah lunas. Yang masih belum tidak tercatat,” ujarnya.
Hermanto menerangkan, calon jamaah memang lebih dahulu menyerahkan uang muka Rp 5 juta ketika mendaftar. Uang itu ditransfer ke rekening FT pusat. Biaya keseluruhan kemudian dapat diangsur. ”Bukti transfer dari bank awalnya adalah bukti kuat kami,” terangnya.
Namun, bukti itu sudah berpindah tangan. Dia mengungkapkan, ada agen yang meminta bukti tersebut. Dalihnya adalah keperluan administrasi. Anehnya, jamaah tidak diberi kuitansi tanda pembayaran. ”Untung, bukti transfer sudah difotokopi,” ungkapnya.
Berdasar pantauan Jawa Pos, kantor cabang FT di Perumahan Pondok Mutiara memang tertutup rapat. Tidak ada aktivitas. Dua baliho FT tampak ditutupi kain hitam. ”Sejak 5 Agustus tidak beroperasi,” kata Kepala Cabang FT Sidoarjo Rudy Hermanadi.
Rudy mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Dia juga hanya bisa menunggu pengarahan lebih lanjut dari manajemen FT pusat. Sebab, wewenang cabang hanya mendata calon jamaah yang mendaftar. ”Uang dari jamaah langsung masuk ke pusat,” ucapnya.
Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji menuturkan, pihaknya belum mendapat laporan tentang jamaah korban penipuan FT. Jika memang ada laporan, petugas berharap korban segera memberikan informasi. Mulai jumlah korban sampai kerugiannya. ”Nanti kami verifikasi dengan kasus yang sedang ditangani Bareskrim,” katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
