
LAHIR CAESAR: Tiga bayi kembar dari pasutri Elifati Zebua-Rika Kezia di ruang bayi RSUD Sidoarjo. Elifati (kanan) mendapatkan ucapan selamat dari Kepala OKA RSUD Sidoarjo Hermin.
JawaPos.com- Deg-degan dan cemas bercampur aduk. Itulah yang dirasakan keluarga Rika Kezia saat berada di ruang tunggu OKA (ruang operasi) di Gedung Graha Delta (GDH) RSUD Sidoarjo Kamis (3/11). Sebab, perempuan 33 tahun tersebut menjalani operasi Caesar. Namun, setelah operasi, rasa itu berubah menjadi kebahagiaan setelah tiga bayi kembar lahir sekaligus.
Bagi keluarga Rika, bayi-bayi mungil tersebut menjadi hadiah terindah menjelang Natal tahun ini. Maklum, mereka menantikan kehadiran si buah hati sejak lima tahun lalu.
Operasi Caesar itu dimulai pukul 10.00. Rika ditangani dr Nanang Rudianto SpOG dan dr Yustina Rosanti SpA. Setelah menjalani operasi sekitar 1,5 jam, Rika melahirkan tiga bayi kembar dengan selamat. Saat menunggu, Elifati Zebua, suami Rika, terlihat resah di ruang tunggu. Pria 34 tahun tersebut mondar-mandir menunggu kabar dari tim dokter. Begitu juga Lydia Slat, ibu kandung Rika. ’’Gelisah, senang, dan khawatir bercampur jadi satu. Terus berdoa dalam hati. Kami sudah tidak sabar melihat bayi,’’ kata Lydia.
Kegelisahan itu akhirnya terjawab setelah salah seorang perawat keluar dari ruang OKA. Elifati dan Lydia yang semula duduk langsung beranjak dari kursi. ’’Anaknya sudah lahir dengan selamat. Suami ibu Rika dan keluarga inti boleh masuk,’’ ucap si perawat.
Lydia yang sejak lama menanti kelahiran cucu pertamanya itu langsung mengenakan baju khusus. Begitu juga Elifati. Saat itu dua bayi sudah berada di dalam inkubator. Satu bayi lagi masih berada di dalam ruang operasi. ’’Haduhhh, cucuku…,’’ teriak Lydia gembira.
Tidak lama, isak tangis haru pun pecah. Rasa haru itu terlihat begitu mendalam dirasakan Elifati maupun Lydia. Betapa tidak, kelahiran tiga bayi kembar tersebut telah dinantikan selama lima tahun pernikahan. ’’Ini hadiah Tuhan. Lima tahun menanti, kami langsung dapat tiga bayi,’’ ujar Elifati.
Elifati bersama istrinya menikah sejak 11 Januari 2011. Dua tahun pernikahan berlangsung, Tuhan masih belum memberikan keturunan. Akhirnya, Elifati dan Rika sepakat melakukan program kehamilan (promil). Promil dilakukan sejak 2015. Berbagai pengobatan pun dijalani. Bersyukur, Rika hamil pada Maret 2016.
’’Istri saya di kantor sering melihat teman-temannya sudah punya anak. Padahal, pernikahannya belum lama. Di rumah, dia sering nangis. Kami hanya bisa berdoa meminta kepada Tuhan,’’ tuturnya.
Setelah dinyatakan hamil, Rika dan Elifati bahagia. Seluruh keluarga juga ikut senang. Terlebih Lydia. Sebab, perempuan 61 tahun itu ingin sekali menimang cucu dari anak satu-satunya tersebut. ’’Mama sangat antusias sekali saat tahu istri saya hamil,’’ ungkapnya.
Elifati dan istrinya sebenarnya tidak pernah merencanakan kehamilan bayi kembar. Bagi dia, anak adalah anugerah dan titipan Tuhan. Kembar maupun tidak bukan masalah.
Dia menjelaskan, saat usia kehamilan Rika 4 bulan, dirinya mengantar istrinya untuk USG 4 dimensi. Dari situlah dr Nanang langsung menyatakan bahwa hasil USG itu menunjukkan adanya bayi kembar. ’’Saya gembira,’’ ucap pria asal Nias tersebut.
Kehamilan kembar memang bukan hal baru di keluarga Elifati dan Rika. Elifati memiliki saudara kembar, yaitu Elizama Zebua. Di keluarga Rika juga begitu. Salah seorang saudara sepupunya juga mempunyai anak kembar tiga. Karena itu, gen untuk mendapatkan keturunan kembar begitu kuat. ’’Saya hanya berharap anak saya sehat,’’ tutur pria yang mengabdikan diri sebagai pendeta di Gereja Bethel Injil Sepenuh di Sidoarjo tersebut.
Lydia menyatakan, selama ini dirinya sangat memperhatikan kesehatan Rika. Mulai makanan hingga vitamin untuk kehamilannya. ’’Rika sangat suka buah saat hamil,’’ jelasnya.
Selama hamil, Rika juga tidak banyak mengeluh. Berat badannya tidak naik drastis. Namun, saat di-USG terakhir, ketiga bayi di dalam kandungan Rika memiliki berat yang cukup. ’’Berat badan Rika mencapai 64 kilogram. Tapi, bayinya gemuk,’’ terangnya.
Saat kehamilan 8 bulan, keluarga sudah menyiapkan berbagai perlengkapan bayi. Mulai baju-baju, popok, hingga memesan boks bayi khusus bagi si kembar tiga. ’’Kata orang kan pamali ya? Tetapi, saya berpikir lagi, bayi yang akan lahir ini istimewa. Bukan hanya satu, melainkan tiga bayi. Jadi, kami persiapkan lebih awal,’’ ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
