Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Oktober 2017 | 04.10 WIB

Kopi Mas, Bukan Kopi Soto

BAKAL DUET?: Logo pasangan Khofifah Indar Parawansa-Masfuk sudah beredar. - Image

BAKAL DUET?: Logo pasangan Khofifah Indar Parawansa-Masfuk sudah beredar.

JawaPos.com- Nama Ketua DPW PAN Jatim Masfuk dan Bupati Bojonegoro Suyoto sering disebut bakal diajukan PAN sebagai pendamping Khofifah Indar Parawansa. Namun, DPW PAN menegaskan bahwa partainya hanya mendukung Masfuk, bukan yang lain.


Bendahara DPW PAN Jatim Agus Maimun menegaskan, dukungan kepada Masfuk merupakan hasil rapat kerja wilayah (rakerwil). ’’Seluruh pengurus di tingkat kabupaten/kota telah merekomendasikan Pak Masfuk untuk maju pilgub,’’ tegas Maimun kepada Jawa Pos kemarin. Duet Khofifah-Masfuk memang telah beredar di kalangan politisi. Bahkan, muncul singkatan unik. Yakni, Kopi Mas. Namun, ada juga sebutan Kopi Soto, singkatan dari Khofifah-Suyoto.


Maimun menuturkan, PAN hanya mendukung Kopi Mas. ’’Pada dasarnya, kami tidak menafikan kopi-kopi yang lain. Kami hanya menyampaikan apa yang terpotret di 38 DPD PAN di Jatim,’’ jelasnya. ’’Kopi Mas merupakan ikhtiar untuk menyandingkan Khofifah dengan Masfuk,’’ tambahnya. Masfuk, lanjut dia, merupakan sosok yang menempati posisi tertinggi dalam survei internal PAN.


Soal kemungkinan deal-nya pasangan tersebut, menurut Maimun, PAN masih berkomunikasi dengan sejumlah partai. Terutama Gerindra dan PKS. Maimun mengakui bahwa selama ini PAN memang cukup dekat dengan dua partai tersebut. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan muncul poros baru bersama Gerindra dan PKS. Itu terjadi jika pinangan Masfuk sebagai wakil tidak disambut bacagub terkuat yang ada saat ini. ’’Tentu akan dikalkulasi lagi,’’ katanya.


Maimun menambahkan, PAN akan bertemu dengan Gerindra dan PKS untuk membahas dinamika politik terkini. ’’Nanti ada forum silaturahmi tiga partai,’’ paparnya.


Soal usulan agar Khofifah memilih pendamping dari Mataraman, Maimun menanggapi dengan santai. Menurut dia, identitas kewilayahan atau politik aliran saat ini bukan yang paling dicari. ’’PAN tidak hanya melihat politik aliran yang sempit,’’ ujarnya. Maimun mengatakan, seorang calon gubernur perlu mempertimbangkan faktor fungsional. Artinya, cawagub yang akan dipilih harus bisa klop dengan Khofifah.


Dia menjelaskan, Masfuk memang tidak secara langsung merepresentasikan wilayah tertentu. Justru identitasnya sebagai santri nasionalis yang berusaha ditonjolkan. Meski begitu, Maimun menyatakan bakal menghormati apa pun pilihan Khofifah.


Hal serupa disampaikan Ketua Komite Pemenangan Pemilu Wilayah (KPPW) DPW PAN Jatim Achmad Rubaie. Sebelumnya, dia menyebutkan bahwa Masfuk digadang-gadang menjadi satu-satunya kader internal PAN yang diajukan sebagai wakil Khofifah. ’’Tapi, belum ada tanggapan dari Khofifah,’’ ungkapnya.


Dia juga menuturkan, PAN memang menunjukkan kecenderungan ke arah Khofifah. Namun, jika Masfuk tidak menjadi cawagub, ada kemungkinan PAN berbelok ke poros lain.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore