Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Desember 2016 | 02.02 WIB

Pamerkan 170 Busana Daur Ulang di Catwalk

BIKINAN SENDIRI: Peserta Fashion Carnival Sekolah Pembangnan Jaya memamerkan kostumnya di Puri Surya Jaya Sidoarjo, minggu 4/12. Fashion Carnival ini diikuti siswa TK-SMA serta para komite sekolah Pembangunan Jaya. - Image

BIKINAN SENDIRI: Peserta Fashion Carnival Sekolah Pembangnan Jaya memamerkan kostumnya di Puri Surya Jaya Sidoarjo, minggu 4/12. Fashion Carnival ini diikuti siswa TK-SMA serta para komite sekolah Pembangunan Jaya.

JawaPos.com – Terik mentari tidak membuat semangat siswa Sekolah Pembangunan Jaya (SPJ) 2 surut.



Dengan mengenakan pakaian dari bahan daur ulang, mereka berlenggak-lenggok di atas catwalk merah bak model profesional.



Padahal, kostum-kostum atraktif beraneka rupa yang mereka kenakan beratnya sekitar 1–4 kilogram.



Setidaknya ada 170 busana yang diperagakan di atas catwalk sepanjang 20 meter Minggu (4/12). Catwalk tersebut berada di gerbang masuk Perumahan Puri Surya Jaya, Gedangan.



Kepala SMP dan SMA SPJ 2 Suci Wulandari menjelaskan, ratusan busana yang dipamerkan dalam acara Pembangunan Jaya Fashion Carnival tersebut dibuat menggunakan bahan-bahan tidak terpakai.



Di antaranya, residu kain perca, botol air mineral, hingga dedaunan. ’’Kami sedang gencar dengan program daur ulang,’’ katanya.



Program daur ulang memang telah digalakkan SPJ 2 di seluruh tingkat sekolah. Mulai TK hingga SMA. Terdapat dua program daur ulang yang kini digencarkan.



Yakni, bank sampah dan program kreativitas membuat karya seni dari bahan daur ulang. Pembangunan Jaya Fashion Carnival merupakan salah satu wujudnya.



Dalam peragaan busana tersebut, setiap kelas di SPJ 2 mendapat tugas menciptakan lima produk busana berbahan dasar sampah. Mulai TK hingga SMA.



Para siswa harus merajut busana itu sebulan sebelum perayaan karnaval dihelat. ’’Ada bahan dasar baju yang terbuat dari lima karung kulit jagung yang sudah dikeringkan,’’ kata Suci memberikan contoh.



Event itu sudah dilaksanakan dalam dua tahun terakhir. ’’Seluruh siswa membuatnya (sendiri, Red), kecuali siswa TK yang masih ada campur tangan orang tua,’’ jelasnya.



Alumnus Universitas Airlangga (Unair) itu mengakui tidak mudah membuat beragam busana yang anggun itu. Tetap dibutuhkan biaya untuk merajut bahan daur ulang tersebut agar menjadi sebuah ’’mahakarya’’.



Untuk memenuhi kebutuhan dana itu, para murid melakukan beragam kegiatan wirausaha. Misalnya, berjualan aneka makanan hasil olahan mereka sendiri di kantin sekolah.



Executive Principal Sekolah Pembangunan Jaya R. Tony Soehartono menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan sekolahnya.



’’Selain menerapkan kurikulum nasional, kami menerapkan empat pola ilmiah pokok sebagai salah satu produk unggulan sekolah,’’ jelasnya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore