Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 September 2017 | 08.48 WIB

Ke Sidoarjo dan Lamongan Dapat Lewati Sungai Ini

ALTERNATIF: Perahu menjadi angkutan vital dari wilayah Kecamatan Gresik menuju Pulau Mengare di Kecamatan Bungah. - Image

ALTERNATIF: Perahu menjadi angkutan vital dari wilayah Kecamatan Gresik menuju Pulau Mengare di Kecamatan Bungah.

JawaPos.com – Angkutan air menjadi peluang moda transportasi yang penting di wilayah Kabupaten Gresik. Baik antarkecamatan maupun antarkabupaten. Cukup naik perahu kalau ingin ke Sidoarjo atau Lamongan. Syaratnya, aman dan nyaman.


Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) menyebutkan, di Jatim saat ini beroperasi 352 dermaga angkutan sungai. Menurut Nyono, kepala Bidang Perhubungan Laut dan Lalu Lintas Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (LLASDP) Dishub Jatim, di Kabupaten Gresik ada 53 titik angkutan sungai.


Namun, rata-rata belum memenuhi standar keamanan. Masih berbahaya. Contohnya, perahu penyeberangan di Kecamatan Wriginanom. Penyeberangan tersebut pernah memakan 11 korban jiwa April lalu. Perahu terbalik. Korban tenggelam.


Untuk itu, Pemprov Jatim siap menyediakan anggaran. Dermaga perahu akan diperbaiki. ’’Nanti (dialokasikan, Red) melalui PAK (perubahan anggaran keuangan),’’ ujar Nyono dalam diskusi tentang pemanfaatan ruang sungai di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Kamis (7/9).


Mengapa transportasi sungai penting? Nyono menjelaskan, lewat sungai, waktu serta biaya angkutan lebih efisien dan efektif. Jarak tempuh lebih dekat. Waktunya lebih cepat. Khususnya wilayah perbatasan. Misalnya, Gresik ke Sidoarjo atau Gresik ke Lamongan.


’’Penyeberangan di Kabupaten Blitar dan Tulungagung sudah aman. Perahu maupun dermaganya,’’ kata Nyono. Selain sepeda motor, mobil pun bisa. ’’Perahunya mampu mengangkut sampai lima mobil,’’ jelasnya. Nanti warga Gresik bisa bepergian ke Lamongan atau Sidoarjo cukup dengan naik perahu.


Hasanudin, dosen teknik perkapalan Institut Teknologi 10 Nopember (ITS), berpandangan, angkutan sungai bisa menjadi alternatif. Di Gresik ada dua sungai yang potensial. Yaitu, Sungai Kalimas di wilayah selatan dan Bengawan Solo di utara. ’’Banyak yang harus dipertimbangkan. Desain kapal dan standar keamanan,’’ paparnya.


Dosen teknik perkapalan UMG Ali Yusa menambahkan, sungai juga merupakan infrastruktur sehingga perlu ditingkatkan. Selain angkutan, kali bisa menjadi tujuan wisata. ’’Ekonomi warga sekitar akan ikut terangkat,’’ terangnya.


UMG, lanjut Yusa, optimistis bisa membangun moda angkutan sungai yang aman. ’’Tentu perlu peran serta banyak pihak,’’ ujar lelaki yang juga menjadi ketua tim pembangunan kelautan Jatim itu.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore