Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Desember 2016 | 05.07 WIB

Ratusan Siswa Jalani Screening Narkoba

SEMANGAT: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tiga dari kanan) memotivasi siswa SMK Siang dan SMP Kar tini. - Image

SEMANGAT: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tiga dari kanan) memotivasi siswa SMK Siang dan SMP Kar tini.

JawaPos.com – Para siswa di Surabaya harus terbebas dari narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya pun getol memerangi penyalahgunaannya.



BNN Kota Surabaya memberikan penyuluhan kepada ratusan siswa Kamis (1/12) di SMK Siang dan SMP Kartini. BNN juga melakukan tes urine secara acak terhadap sejumlah siswa.



Dokter Rehabilitasi BNN Kota Surabaya Singgih Widi Pratomo menyatakan, ada 108 murid yang menjalani tes. Urine lima siswa positif mengandung obat.



Namun, tes itu masih bersifat screening terkait penyalahgunaan obat. Dia melanjutkan, mengenai hasil screening yang positif, assessment akan dilakukan.



Tujuannya, mengetahui tingkat ketergantungan siswa. ”Benar karena narkotika atau obat sakit,” katanya. Jika hasilnya positif, grade atau tingkatan harus dilihat.



Yakni, coba pakai, teratur pakai, atau pecandu. Jadi, dapat diketahui jenis rehabilitasi yang bisa dilakukan. ”Harus rawat jalan atau rawat inap,” katanya.



Berdasar informasi, kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang di kalangan pelajar meningkat. Pada 2015, jumlahnya tidak sampai seratus. Namun, Januari–November tahun ini, ada 200 kasus.



Menurut Singgih, peningkatan tersebut dipengaruhi keaktifan masyarakat untuk melapor. Terutama pihak sekolah.



Kemarin Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga hadir untuk memberikan motivasi. Dia tak ingin siswa terkena pengaruh buruk narkoba.



Sebab, siswa mulai memandang narkoba sebagai gaya hidup. Jadi, setiap ada masalah, anak berpaling pada narkoba.



Menurut Risma, ada keterkaitan atau benang merah antara siswa pengguna narkoba dengan keluarga dan lingkungan.



”Karena itu, saya menekankan bahwa setiap masalah bisa diselesaikan. Ada solusinya,” tuturnya. Anak mengalami kondisi yang beragam.



Tidak sedikit orang tua yang mendidik dengan keras. Namun, ada pula orang tua yang jauh dari anak sehingga tidak memberikan perhatian yang cukup.



Karena itu, narkoba menjadi tempat pelarian. ”Hadapi kenyataan, cari jalan keluar,” imbuh Risma. Dia mengaku gencar menurunkan tim ke sekolah-sekolah.



Baik sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP). Sebab, pencegahan terhadap narkoba harus dimulai sedini mungkin.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore