
Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik.
JawaPos.com - Kisruh anggaran pengadaan lift untuk rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di Jalan Taman Suropati 7, Menteng, Jakarta Pusat, masih terus berlanjut. Kali ini, menyita perhatian Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik yang sangat tidak setuju jika kasus itu disebut-sebut adalah bentuk kesengajaan.
Dia menegaskan, pos anggaran itu diinput mulai Juni hingga Agustus 2017 oleh Dinas Cipta Karya, Penataan Kota, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta. Sehingga, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mengetahui keberadaan anggaran tersebut.
Pasalnya, saat itu masih pada era Mantan Gubernur Djarot Saiful Hidayat. "Salahin aja (Dinas) Citata. Kok salahinnya Pak Anies? Itu kan sudah duluan (dimasukkan). Anda salahin dong ini zamannya Djarot, salahin, sebelum Anies dilantik," ujar Taufik saat dihubungi, Jumat (26/1).
Menepis kabar kesengajaan dari DPRD, Fraksi Partai Gerindra itu mengungkapkan, dalam rapat pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI 2018 oleh badan anggaran (Banggar) memang tidak secara detail memperhatikan satu per satu item pos anggaran yang masuk ke dalam renovasi rumah dinas itu.
"Di DPRD kan bahasnya nggak detail, apa bikin apa, renovasi, kalau bahasnya sampai detail itu bisa tiga bulan. Itemnya kan puluhan ribu," tukasnya.
Tak mau permasalahan berlanjut, Taufik pun meminta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta agar membatalkan anggarannya. Lagi pula, lanjutnya, rumah dinas gubernur yang hanya terdiri atas dua lantai itu tidak membutuhkan lift dan juga sudah ramah difabel.
"Batalin aja (anggarannya). Nggak ada itu mesti pakai lift, orang rumahnya itu cuma dua lantai. Difabel mau naik ke mana, ruang tamunya ramah difabel," katanya.
Adapun pengadaan lift rumah dinas Gubernur DKI tertulis dalam situs sistem informasi Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), sirup.lkpp.go.id. Di sana ditetapkan dana yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 750,2 juta. Pengadaan lift tersebut dilakukan dengan skema pengadaan langsung.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
