Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Juni 2019 | 23.50 WIB

Usai Busnya Dibajak Saat Malam Takbiran, Oki Disanksi Kantornya

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Beredar di media sosial video viral yang menunjukkan anak-anak sedang duduk di atas bus Transjabodetabek rute Tanah Abang-Bekasi. Mereka nyaris terjepit ketika bus memasuki terowongan Tanah Abang, Jakarta Pusat saat malam takbiran pada Selasa malam, 4 Juni 2019.

Oki yang diketahui sebagai sopir Bus Mayasari Bakti TransJabodetabek, akhinya diganjar sanksi dan denda
sebesar Rp 1,2 juta. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata Oki saat itu sedang dibajak oleh sekitar 50 orang.

"Hasil pemeriksaan ternyata sopir bus dibajak di blok G. Jadi itu puluhan remaja tanggung maksa, bahkan ngancam ke awak bus pada waktu dilarang," kata Manager Operasional PT Mayasari Bakti, Daryono saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (7/6).

Daryono menuturkan, pengakuan itu diketahui setelah Oki memberikan keterangan kepada Kepala Depo Mayasari Bakti. Dia menyebut, dirinya akan menanyakan kembali kepada Kepala Depo apakah sanksi yang diberikan kepada Oki bisa dicabut atau tidak.

"Nanti saya tanyakan ke pihak Depo apa dicabut atau tidak sanksinya. Sebab posisi sopir dibawah tekanan. Dia takut juga kalau busnya di rusak," ucap Daryono.

Oleh karena itu, Daryono menyebut masyarakat dapat diberi edukasi cara menaiki transportasi yang baik. Sehingga hal serupa tidak terulang lagi. "Itu kan mereka bukan penumpang, mereka membajak sopir untuk mengantar jalan-jalan saat malam takbiran," tegas Daryono.

Sementara itu, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan, seluruh penumpang Transjakarta harus berada di dalam bus baik itu dalam keadaan duduk maupun berdiri. Sebab naik di atap bus dapat diberikan sanksi tegas.

"Dilarang naik atau duduk di atas bus," ucap Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono.

Agung menuturkan, ketentuan tersebut harus dipatuhi oleh semua pemangku kepentingan. Termasuk operator bus yang menjadi mitra Transjakarta.

"Setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku," tegas Agung.

Agung juga memastikan bahwa bus Transjakarta menolak mengangkut anak-anak di atap bus. Aspek keselamatan menjadi prioritas perusahaan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Jadi kenyamanan dan keterjangkauan di utamakan," jelas Agung.

Sebelumnya, di media sosial beredar video sejumlah remaja terjepit di terowongan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Bus tampak berhenti di tengah terowongan. Kemudian sejumlah remaja yang berada di atap bus itu mencoba turun dari atap bus. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

 

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore