Jalan Kaki (magnific)
JawaPos.com - Jalan kaki selama ini dikenal sebagai salah satu aktivitas fisik sederhana yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.
Namun, ternyata bukan hanya jumlah langkah yang perlu diperhatikan, melainkan juga seberapa cepat seseorang berjalan.
Penelitian terbaru yang dibahas dalam artikel Healthline karya Nancy Schimelpfening, MS, menemukan bahwa kecepatan berjalan dapat membantu memprediksi risiko kematian seseorang akibat berbagai penyebab.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open pada 23 Oktober 2026 tersebut melibatkan 4.067 peserta dari Inggris dengan rata-rata usia sekitar 69 tahun.
Peneliti membandingkan kecepatan berjalan dalam pemeriksaan klinis dengan aktivitas berjalan sehari-hari yang dipantau menggunakan perangkat pengukur gerakan.
Selama masa pemantauan hampir 12 tahun, tercatat 739 peserta meninggal dunia. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua metode pengukuran tersebut memiliki hubungan dengan risiko kematian.
Temuan penelitian memperlihatkan bahwa setiap peningkatan standar kecepatan berjalan dalam pemeriksaan klinis berkaitan dengan penurunan risiko kematian sebesar 23 persen.
Sementara itu, peningkatan irama langkah dalam aktivitas sehari-hari juga dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah, masing-masing sebesar 17 persen dan 18 persen berdasarkan dua ukuran irama berjalan yang dianalisis.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pola berjalan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan.
Menurut Neha Sabharwal, seorang ahli terapi fisik yang diwawancarai Healthline, berjalan membutuhkan kerja sama berbagai sistem tubuh.
Jantung dan paru-paru harus mampu mendukung aktivitas, otot perlu menghasilkan tenaga, sementara otak bertugas mengatur koordinasi dan keseimbangan.
Karena itu, perubahan kecepatan berjalan bisa menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan, seperti kelemahan otot, nyeri, penurunan daya tahan tubuh, atau gangguan keseimbangan.
Lantas, berapa banyak langkah yang sebaiknya dilakukan setiap hari? Theodore Strange, seorang dokter dari Northwell Staten Island University Hospital, menyebutkan bahwa target 7.000 hingga 8.000 langkah sehari dapat menjadi pilihan yang memadai bagi banyak orang.
Namun, target tersebut tidak harus langsung dicapai oleh semua orang. Seseorang dapat memulai dari kemampuan masing-masing, kemudian meningkatkan jumlah langkah secara bertahap.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022