
dr. Vera W., M.Biomed (AAM) CIBTAC di tempat praktiknya. (JawaPos.com)
JawaPos.com - Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit terus meningkat. Perawatan estetika itu kini tidak lagi dipandang sekadar untuk mempercantik penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan kulit, sekaligus memperlambat proses penuaan.
Pemilik sekaligus dokter utama Vende Aesthetic and Anti-Aging Clinic, dr. Vera W., M.Biomed (AAM) CIBTAC mengatakan, perawatan kulit sebaiknya dimulai sejak usia muda. Hal ini karena kulit mengalami proses penuaan alami yang tidak dapat dihindari, tetapi dapat diperlambat melalui perawatan yang tepat. "Menjaga kesehatan kulit sejak dini adalah bentuk investasi jangka panjang. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin akan menurun secara alami. Sehingga kulit menjadi lebih kering, kusam, dan mulai kehilangan kekencangannya," jelas dr. Vera.
Ia menambahkan, kombinasi pola hidup sehat, penggunaan skincare yang sesuai, serta treatment berdasarkan indikasi dapat membantu mempertahankan kualitas kulit lebih lama. "Jika perawatan dilakukan sejak dini, proses penuaan bisa diperlambat sehingga kulit tetap sehat, kuat, dan tampak lebih awet muda," ujarnya.
Salah satu prosedur yang kini banyak diminati adalah skin booster. Meski populer karena efek kulit yang tampak lebih glowing, dr. Vera menegaskan manfaat utamanya jauh lebih dari sekadar meningkatkan penampilan. "Skin booster bekerja memperbaiki kualitas kulit dari dalam. Treatment ini meningkatkan hidrasi, merangsang pembentukan kolagen, memperbaiki tekstur kulit, sekaligus menjaga elastisitasnya," paparnya.
Menurutnya, skin booster tidak bertujuan mengubah bentuk wajah, melainkan membuat kulit lebih sehat, kenyal, dan bercahaya secara alami. Karena itu, prosedur tersebut menjadi salah satu pilihan utama dalam konsep preventive aging atau pencegahan penuaan dini.
Di sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang ingin melakukan perawatan pengencangan kulit tetapi masih memiliki ketakutan terhadap tindakan injeksi. "Bagi pasien yang takut jarum, saat ini tersedia treatment seperti MPT dan LIFU. Keduanya bekerja merangsang pembentukan kolagen sehingga membantu mengencangkan kulit, memperbaiki kontur wajah, serta mengurangi tanda-tanda penuaan tanpa tindakan injeksi," ungkapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap teknologi memiliki fungsi dan target lapisan kulit yang berbeda. Karena itu, konsultasi dan analisis kondisi kulit menjadi tahapan penting sebelum menentukan jenis treatment.
"Saya selalu melakukan analisis terlebih dahulu agar pasien mendapatkan treatment yang paling sesuai dengan kondisi kulitnya sehingga hasilnya optimal," katanya.
Perkembangan dunia estetika yang sangat pesat juga mendorong para praktisi untuk terus memperbarui pengetahuan. Berbagai teknologi dan metode baru terus bermunculan, sehingga diperlukan pembelajaran berkelanjutan agar pelayanan tetap mengacu pada standar keamanan dan efektivitas.Sebagai dokter estetika, dr. Vera mengaku rutin mengikuti seminar, workshop, hingga pelatihan baik di dalam maupun luar negeri.
"Saya percaya belajar adalah proses yang tidak pernah berhenti. Setiap treatment yang kami hadirkan bukan hanya mengikuti tren, tetapi harus berdasarkan evidence-based medicine, sehingga aman dan terbukti efektif bagi pasien," tuturnya. Dia juga menjelaskan agar masyarakat tidak mudah tergiur hasil instan dalam memilih perawatan estetika.
"Jangan hanya mengejar hasil yang instan, tetapi fokuslah pada kesehatan kulit. Kulit yang sehat akan selalu terlihat lebih indah dibandingkan kulit yang hanya tampak bagus sesaat," pesannya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan perawatan di klinik yang terpercaya dan ditangani langsung oleh dokter yang kompeten agar setiap tindakan berlangsung aman dan memberikan hasil yang optimal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022