
Ilustrasi Karier Sulit Naik (prostooleh/magnific)
JawaPos.com - Banyak orang percaya bahwa bekerja keras adalah satu-satunya jalan menuju kesuksesan karier.
Datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan sesuai target, hingga rela lembur sering dianggap sebagai modal utama untuk mendapatkan promosi jabatan atau kenaikan gaji. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian.
Tidak sedikit karyawan yang telah memberikan performa terbaik selama bertahun-tahun, tetapi posisi mereka tetap berada di tempat.
Sebaliknya, ada rekan kerja yang justru memperoleh peluang lebih besar dalam waktu yang relatif singkat.
Kondisi ini sering memunculkan pertanyaan, apa sebenarnya yang membedakan keduanya?
Jawabannya bukan selalu terletak pada tingkat kecerdasan atau faktor keberuntungan.
Dalam banyak kasus, terdapat kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari menjadi penghambat perkembangan karier.
Apabila kebiasaan tersebut terus dipertahankan, peluang untuk berkembang akan semakin kecil.
Berikut 7 penyebab karier sulit naik meski Anda sudah bekerja keras yang dihimpun dari kanal YouTube growth energy pada Jumat (24/07).
1. Terlalu Nyaman Berada di Zona Nyaman

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
