Ilustrasi, ayah muda yang mengajarkan anaknya. Magnific/ freepik.
JawaPos.com - Pelajaran pertama yang anak dapat datang dari rumah. Disinilah peran ayah dibutuhkan, karena anak-anak memerhatikan bagaimana seorang ayah menangani stres, memperlakukan orang lain, memecahkan masalah, hingga berkata jujur tentang perasaannya.
Tapi, banyak seorang ayah yang lupa akan hal itu, terutama ayah muda. Mereka hanya tahu pergi bekerja tanpa berusaha hadir untuk anaknya.
Sampai-sampai sang anak kehilangan pelajaran hidup dasar yang membuat kehidupan dewasanya menjadi sulit.
Dilansir JawaPos.com dari yourtango pada Jumat (5/6), berikut ini dua belas pelajaran hidup dasar yang sering kali lupa diajarkan oleh banyak ayah muda kepada anak-anak mereka.
1. Mengatur Emosi
Mungkin karena kebanyakan ayah muda masih kesulitan mengenali dan mengakui emosi mereka sendiri.
Jadi, tidak heran bila mereka juga lupa untuk mengajarkan pengaturan emosi ke anak-anaknya.
Padahal ini penting untuk diajarkan. Ketika orang tua sering menahan atau meluapkan kemarahannya saat berdebat dan anak-anak melihatnya, maka anak-anak bisa saja meniru cara tersebut.
Akibatnya, anak memiliki cara yang salah dalam mengelola emosi dan berdampak buruk saat dewasa kelak.
Meski diungkapkan para ahli dari Child Mind Institute, belajar pengaturan diri menjadi praktik yang perlu terus-menerus dilatih, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Tapi, sebagai orang tua alangkah baiknya mengajarkan dan memberi contoh yang baik kepada anak tentang kecerdasan emosional alih-alih merusaknya.
2. Cara Bercerita yang Baik
Bercerita tidak hanya ampuh untuk komunikasi interpersonal dan sosial.
Tapi juga sangat berdampak di dunia profesional, mulai dari mengajarkan hingga memengaruhi orang lain, demikian menurut para ahli dari Harvard Business.
Anak-anak mungkin dapat belajar bercerita dengan berbagai cara, seperti mendengarkan orang tua mereka berkomunikasi, membaca buku, hingga berinteraksi dengan orang lain.
Tapi, banyak orang tua yang kurang menerapkan kebiasaan tersebut.
Pada akhirnya, anak mereka pun demikian sehingga kemampuan berbahasa menurun, padahal itu penting.
3. Etika Memberi Tip
Ini adalah bagian dari memperlakukan orang lain dengan hormat. Sayangnya, sering kali lupa diajarkan oleh orang tua, khususnya ayah.
Padahal mengajari memberi tip kepada pegawai restoran atau hotel bisa berdampak besar pada kehidupan anak saat dewasa lebih dari yang orang tua bayangkan.
Jadi, lain kali saat pergi ke restoran atau hotel, berikan tip pada pelayan. Ini akan menjadi momen pembelajaran penting bagi sang anak.
4. Cara Mengganti Ban
Siapa sangka mengganti ban menjadi pelajaran hidup untuk seorang anak?
Padahal, keahlian ini akan memberikan rasa aman dalam diri sang anak, terutama saat dalam perjalanan seorang diri.
Tapi secara keseluruhan, keahlian ini juga dapat mengembangkan kemandirian sekaligus kemampuan pemecahan masalah saat mereka dewasa nanti.
Namun, orang tua sering kali lupa mengajarkannya, entah karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan, atau pemikiran kalau ini konyol.
5. Menghabiskan Waktu di Alam
Menghabiskan waktu di alam akan membantu anak merasa lebih baik, seperti sebuah studi di Scientific Reports yang menemukan bahwa orang yang menghabiskan minimal dua jam di luar ruangan tiap minggunya memiliki kesehatan yang lebih baik daripada yang tidak.
Namun, ayah muda sering kali lupa mengajarkan betapa pentingnya keluar rumah dan menggerakkan tubuh.
Tanpa sadar mereka justru membantu anak-anak mengisolasi dirinya di rumah, melalui gadget atau peraturan terlalu protektif yang diterapkan.
Jadi, bagi Anda seorang ayah muda, ajaklah anak-anak berjalan-jalan di luar rumah, sekadar sarapan di luar ruangan, atau temukan hobi yang mendorongnya menghabiskan waktu di alam.
6. Berbicara di Depan Umum
Penelitian dalam Journal of Further and Higher Education menemukan bahwa banyak siswa kelas lima hingga mahasiswa yang menjadikan berbicara di depan umum sesuatu yang menakutkan dan menimbulkan kecemasan.
Tentu, ketakutan dan kecemasan seperti ini akan dibawa mereka sampai ke tempat kerja.
Jadi, penting bagi orang tua menanamkan rasa percaya diri sejak dini guna membantu anak-anak mengatasi ketakutan serta kecemasan berbicara di tempat umum.
Biasakan anak-anak berlatih di rumah, karena berlatih dengan kelompok kecil dapat membantu.
Selain itu, ikutkan anak-anak pada acara komunitas atau dorong anak-anak untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
7. Cara Menceritakan Lelucon
Mungkin terdengar sepele, tapi menceritakan lelucon membantu seseorang terhubung dengan orang lain.
Tapi, humor sering kali lupa diajarkan ayah kepada anak-anaknya. Mungkin karena mereka terlalu kaku sebagai orang tua atau menyalahgunakan humor.
Sehingga anak-anak tidak mampu menggunakan humor dalam situasi tegang yang membuatnya sulit menenangkan diri dan menjalin hubungan dengan orang lain di kemudian hari.
8. Integritas dan Kerja Keras
Dua hal ini berjalan beriringan dan bermanfaat menjadi pondasi atas kepercayaan diri serta harga diri sang anak saat dewasa.
Namun, sering kali diabaikan para ayah muda.
Mungkin salah satu faktornya, karena pandangan mereka yang salah tentang budaya kerja keras atau mereka yang tidak mampu tidak mampu bersikap berani, jujur, dan menyuarakan pendapat secara baik.
9. Waktu Sendirian Itu Sehat
Waktu sendirian membuat diri sang anak seimbang.
Seperti yang dikatakan psikiater Steven Gans, waktu sendirian sangat berharga untuk melindungi kesehatan mental.
Memberikan individu kesempatan untuk mengatur emosi dan mengejar hobi yang membuat mereka bahagia dan puas.
Tapi, banyak figur ayah muda yang melewatkan mengajarkan anak-anak tentang pentingnya waktu sendirian.
Mungkin karena mereka pribadi tidak pernah diberi ruang untuk berinvestasi atau memprioritaskan kebutuhan emosional mereka sendiri.
10. Merawat Diri Bukan Kelemahan
Alih-alih diperkenalkan perawatan diri, banyak laki-laki justru diajarkan sejak dini untuk mengabaikan diri sendiri sebagai respons terhadap ekspektasi maskulinitas toksik dan norma-norma sosial berbasis gender, demikian yang dikatakan pakar kesejahteraan holistik Jeff Siegel.
Mungkin narasi tersebut yang banyak dianut mayoritas ayah muda sehingga mereka tidak terpikirkan untuk mengajarkan perawatan diri ke anak-anak mereka.
Kenyataannya, itu tidak hanya merusak rasa harga diri, tapi juga kesehatan emosional banyak ayah tanpa mereka sadari.
Di sisi lain sebagai pernyataan tersirat kalau seorang istri bertanggung jawab penuh atas pengasuhan anak dan suami mereka.
11. Cara Memperlakukan Pasangan dengan Baik
Sebuah studi dari Journal of Personality and Social Psychology menyatakan bahwa anak-anak memelajari banyak pelajaran hidup, nilai-nilai, keterampilan, sampai perasaan harga diri dan kepercayaan diri sejak usia dini dari orang tuanya.
Tapi, seorang ayah muda sering kali lupa mengajarkan bagaimana berperilaku hormat dan bertanggung jawab dalam suatu hubungan.
Alhasil, banyak keluhan antargenerasi dan siklus hubungan buruk yang dilakukan sang anak saat dewasa.
12. Kesalahan Tidak Membuat Lemah
Mungkin banyak ayah mudah yang mengajarkan anak-anaknya untuk melindungi ego dengan menampilkan diri sebagai orang yang paling berkuasa, berpengetahuan, dan sukses dimana pun.
Padahal, mengajarkan anak-anak tentang pertumbuhan pribadi yang sebenarnya dimulai dengan menyadari bahwa citra seperti itu mengarah pada rasa tidak aman daripada kepercayaan diri dan kesuksesan sejati.
Sebaliknya, bertindak sebagai sosok yang menerima tantangan, keluar dari zona nyaman, dan mencoba hal-hal baru tidak hanya membantu anak-anak mengembangkan pola pikir yang sehat untuk pertumbuhan pribadi, tapi juga mengajarkan tanggung jawab dan menenangkan diri dengan caranya sendiri.
Inilah yang sering kali lupa diajarkan oleh banyak ayah muda kepada anak-anak mereka.***