Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Juni 2026 | 18.35 WIB

Lebih Suka Buku Fisik daripada Membaca E-Book? Anda Memproses Informasi dengan 8 Cara Unik Ini Menurut Psikologi

seseorang yang lebih menyukai buku fisik (Magnific/freepik) - Image

seseorang yang lebih menyukai buku fisik (Magnific/freepik)


JawaPos.com - Di era digital saat ini, e-reader, tablet, dan aplikasi membaca menawarkan kemudahan yang luar biasa. Ribuan buku dapat disimpan dalam satu perangkat ringan yang mudah dibawa ke mana saja. Namun, meskipun teknologi terus berkembang, banyak orang tetap memilih buku fisik sebagai teman membaca utama mereka.

Bagi sebagian orang, pilihan ini mungkin tampak sekadar soal kebiasaan atau nostalgia. Akan tetapi, penelitian psikologi dan ilmu kognitif menunjukkan bahwa preferensi terhadap buku cetak sering kali berkaitan dengan cara otak memproses, menyimpan, dan memahami informasi.

Dilansir dari Expert Editor, jika Anda termasuk orang yang masih lebih menikmati aroma kertas, sensasi membalik halaman, dan melihat tumpukan buku di rak dibandingkan membaca melalui layar digital, ada kemungkinan Anda memproses informasi dengan cara-cara unik berikut ini.

1. Anda Mengandalkan Memori Spasial untuk Mengingat Informasi

Salah satu keunggulan buku fisik adalah keberadaan "peta mental" yang membantu otak mengingat lokasi informasi.

Saat membaca buku cetak, Anda mungkin mengingat bahwa sebuah kutipan penting berada di halaman sebelah kiri dekat bagian bawah, atau bahwa konsep tertentu muncul menjelang akhir bab.

Psikolog menyebut fenomena ini sebagai memori spasial. Otak manusia sangat mahir mengingat lokasi fisik suatu informasi. Ketika membaca buku fisik, posisi halaman, ketebalan buku yang sudah dibaca, dan tata letak visual membantu menciptakan petunjuk tambahan untuk mengingat isi bacaan.

Sebaliknya, pada e-reader, halaman sering kali bersifat dinamis sehingga petunjuk spasial ini menjadi lebih terbatas.

Karena itu, pecinta buku fisik sering kali memiliki hubungan yang lebih kuat antara isi informasi dan lokasi visual tempat informasi tersebut ditemukan.

2. Anda Menyerap Informasi Secara Lebih Mendalam

Banyak penelitian menemukan bahwa pembaca buku cetak cenderung memiliki pemahaman bacaan yang sedikit lebih baik dibandingkan pembaca digital, terutama untuk teks yang panjang dan kompleks.

Alasannya bukan karena layar digital membuat seseorang kurang pintar, melainkan karena membaca di perangkat elektronik sering diasosiasikan dengan aktivitas cepat seperti menggulir media sosial, membaca pesan, atau berpindah antar aplikasi.

Ketika memegang buku fisik, otak menerima sinyal bahwa aktivitas yang sedang dilakukan membutuhkan fokus dan perhatian penuh.

Akibatnya, Anda lebih mudah memasuki kondisi membaca mendalam atau deep reading, yaitu keadaan ketika pembaca benar-benar tenggelam dalam isi bacaan dan mampu memahami hubungan antar ide dengan lebih baik.

3. Anda Lebih Menikmati Pengalaman Sensorik Saat Belajar

Psikologi menunjukkan bahwa manusia belajar tidak hanya melalui penglihatan, tetapi juga melalui pengalaman sensorik.

Saat membaca buku fisik, Anda merasakan tekstur kertas, berat buku, suara halaman yang dibalik, bahkan aroma khas buku baru atau lama.

Semua pengalaman ini menciptakan keterlibatan multisensori yang memperkaya proses belajar.

Semakin banyak indera yang terlibat dalam suatu pengalaman, semakin kuat pula jejak memori yang terbentuk di otak. Itulah sebabnya banyak orang merasa lebih mudah mengingat isi buku yang mereka baca dalam bentuk cetak dibandingkan versi digitalnya.

4. Anda Cenderung Memproses Informasi Secara Lebih Lambat tetapi Lebih Teliti

Di dunia yang serba cepat, membaca digital sering mendorong kebiasaan skimming atau membaca sekilas.

Sebaliknya, buku fisik mengundang pembaca untuk memperlambat ritme membaca.

Jika Anda lebih menyukai buku cetak, kemungkinan Anda memiliki kecenderungan alami untuk memproses informasi secara lebih hati-hati. Anda mungkin menikmati waktu untuk merenungkan sebuah ide, menandai kalimat penting, atau kembali ke halaman sebelumnya untuk memastikan pemahaman yang lebih baik.

Dalam psikologi kognitif, pendekatan ini sering dikaitkan dengan pemrosesan yang lebih mendalam dan analitis.

5. Anda Lebih Mudah Membangun Koneksi Emosional dengan Isi Bacaan

Membaca bukan hanya aktivitas intelektual, tetapi juga pengalaman emosional.

Banyak pembaca buku fisik melaporkan bahwa mereka merasa lebih terhubung dengan cerita, karakter, atau pesan yang terdapat dalam buku cetak.

Hal ini sebagian disebabkan oleh tingkat keterlibatan yang lebih tinggi selama proses membaca. Ketika perhatian tidak terganggu oleh notifikasi atau godaan untuk membuka aplikasi lain, otak dapat lebih fokus membangun hubungan emosional dengan materi yang sedang dipelajari.

Koneksi emosional ini juga membantu memperkuat daya ingat karena informasi yang memicu emosi biasanya lebih mudah diingat dibandingkan informasi yang netral.

6. Anda Menghargai Proses, Bukan Hanya Hasil

E-reader menawarkan efisiensi. Namun, pecinta buku fisik sering kali menemukan kesenangan dalam proses membaca itu sendiri.

Mereka menikmati perjalanan membuka buku, memberi tanda pada halaman favorit, mencatat di pinggir kertas, atau melihat kemajuan membaca melalui bertambahnya halaman yang telah diselesaikan.

Dari perspektif psikologi, hal ini menunjukkan orientasi pada pengalaman. Anda tidak hanya mengejar informasi atau penyelesaian buku, tetapi juga menghargai setiap tahap perjalanan belajar.

Sikap seperti ini sering dikaitkan dengan tingkat keterlibatan yang lebih tinggi terhadap aktivitas yang sedang dilakukan.

7. Anda Memiliki Kecenderungan Fokus yang Lebih Kuat

Meski tidak berlaku untuk semua orang, banyak penggemar buku fisik memilih cetakan karena lingkungan membaca yang lebih minim gangguan.

Saat membaca melalui ponsel atau tablet, notifikasi, email, pesan, dan berbagai aplikasi selalu berada dalam jarak satu sentuhan.

Buku fisik tidak memiliki gangguan tersebut.

Karena itu, orang yang secara konsisten memilih buku cetak sering kali menunjukkan preferensi terhadap fokus berkelanjutan dibandingkan multitasking. Mereka merasa lebih nyaman berkonsentrasi pada satu aktivitas dalam jangka waktu yang lebih lama.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan perhatian dan konsentrasi.

8. Anda Menggunakan Membaca Sebagai Bentuk Kehadiran Penuh (Mindfulness)

Ada alasan mengapa banyak orang menggambarkan membaca buku fisik sebagai pengalaman yang menenangkan.

Membuka buku, duduk di tempat yang nyaman, dan membalik halaman satu demi satu menciptakan ritme yang berbeda dari kehidupan digital yang serba cepat.

Secara psikologis, aktivitas ini memiliki kemiripan dengan mindfulness, yaitu praktik memberikan perhatian penuh pada momen saat ini tanpa gangguan berlebihan.

Ketika membaca buku fisik, Anda cenderung lebih hadir secara mental. Pikiran tidak terus-menerus berpindah antara berbagai tugas atau notifikasi. Akibatnya, pengalaman membaca menjadi lebih kaya, lebih mendalam, dan sering kali lebih memuaskan.

Kesimpulan

Menyukai buku fisik di tengah maraknya teknologi digital bukanlah tanda bahwa Anda ketinggalan zaman. Sebaliknya, preferensi tersebut dapat mencerminkan cara unik otak Anda dalam memproses informasi.

Mulai dari memanfaatkan memori spasial, menyerap informasi secara lebih mendalam, menikmati pengalaman multisensori, hingga membangun fokus yang lebih kuat, buku cetak menawarkan berbagai keuntungan psikologis yang masih sulit sepenuhnya digantikan oleh layar digital.

Tentu saja, e-reader dan buku fisik sama-sama memiliki kelebihan masing-masing. Namun, jika Anda masih merasa lebih nyaman memegang buku nyata di tangan daripada membaca melalui perangkat elektronik, kemungkinan besar otak Anda menghargai kedalaman, keterlibatan, dan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh.

Dan di dunia yang semakin dipenuhi distraksi digital, itu bisa menjadi kekuatan yang sangat berharga.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore