
seseorang yang lebih menyukai buku fisik (Magnific/freepik)
JawaPos.com - Di era digital saat ini, e-reader, tablet, dan aplikasi membaca menawarkan kemudahan yang luar biasa. Ribuan buku dapat disimpan dalam satu perangkat ringan yang mudah dibawa ke mana saja. Namun, meskipun teknologi terus berkembang, banyak orang tetap memilih buku fisik sebagai teman membaca utama mereka.
Bagi sebagian orang, pilihan ini mungkin tampak sekadar soal kebiasaan atau nostalgia. Akan tetapi, penelitian psikologi dan ilmu kognitif menunjukkan bahwa preferensi terhadap buku cetak sering kali berkaitan dengan cara otak memproses, menyimpan, dan memahami informasi.
Dilansir dari Expert Editor, jika Anda termasuk orang yang masih lebih menikmati aroma kertas, sensasi membalik halaman, dan melihat tumpukan buku di rak dibandingkan membaca melalui layar digital, ada kemungkinan Anda memproses informasi dengan cara-cara unik berikut ini.
1. Anda Mengandalkan Memori Spasial untuk Mengingat Informasi
Salah satu keunggulan buku fisik adalah keberadaan "peta mental" yang membantu otak mengingat lokasi informasi.
Saat membaca buku cetak, Anda mungkin mengingat bahwa sebuah kutipan penting berada di halaman sebelah kiri dekat bagian bawah, atau bahwa konsep tertentu muncul menjelang akhir bab.
Psikolog menyebut fenomena ini sebagai memori spasial. Otak manusia sangat mahir mengingat lokasi fisik suatu informasi. Ketika membaca buku fisik, posisi halaman, ketebalan buku yang sudah dibaca, dan tata letak visual membantu menciptakan petunjuk tambahan untuk mengingat isi bacaan.
Sebaliknya, pada e-reader, halaman sering kali bersifat dinamis sehingga petunjuk spasial ini menjadi lebih terbatas.
Karena itu, pecinta buku fisik sering kali memiliki hubungan yang lebih kuat antara isi informasi dan lokasi visual tempat informasi tersebut ditemukan.
2. Anda Menyerap Informasi Secara Lebih Mendalam
Banyak penelitian menemukan bahwa pembaca buku cetak cenderung memiliki pemahaman bacaan yang sedikit lebih baik dibandingkan pembaca digital, terutama untuk teks yang panjang dan kompleks.
Alasannya bukan karena layar digital membuat seseorang kurang pintar, melainkan karena membaca di perangkat elektronik sering diasosiasikan dengan aktivitas cepat seperti menggulir media sosial, membaca pesan, atau berpindah antar aplikasi.
Ketika memegang buku fisik, otak menerima sinyal bahwa aktivitas yang sedang dilakukan membutuhkan fokus dan perhatian penuh.
Akibatnya, Anda lebih mudah memasuki kondisi membaca mendalam atau deep reading, yaitu keadaan ketika pembaca benar-benar tenggelam dalam isi bacaan dan mampu memahami hubungan antar ide dengan lebih baik.
3. Anda Lebih Menikmati Pengalaman Sensorik Saat Belajar
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022