Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Juni 2026 | 18.23 WIB

Orang yang Tidak Sukses, Biasanya Menghindari 7 Tindakan Tidak Nyaman Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tidak sukses dalam hidup (Magnific/stockking) - Image

seseorang yang tidak sukses dalam hidup (Magnific/stockking)

JawaPos.com - Kesuksesan sering kali terlihat seperti hasil dari bakat, kecerdasan, atau keberuntungan. Namun, berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa faktor yang lebih menentukan justru sering kali adalah kemampuan seseorang untuk menghadapi ketidaknyamanan. Banyak orang memiliki tujuan besar, tetapi hanya sedikit yang bersedia melakukan hal-hal yang terasa sulit, canggung, atau tidak menyenangkan dalam jangka pendek.

Otak manusia secara alami dirancang untuk mencari kenyamanan dan menghindari rasa sakit. Masalahnya, pertumbuhan hampir selalu berada di luar zona nyaman. Ketika seseorang terus-menerus menghindari ketidaknyamanan, ia juga tanpa sadar menghindari peluang untuk belajar, berkembang, dan mencapai tujuan yang lebih besar.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh tindakan tidak nyaman yang sering dihindari oleh orang-orang yang kesulitan mencapai kesuksesan dalam hidup, serta alasan psikologis di baliknya.

1. Menghadapi Kegagalan Secara Langsung

Tidak ada orang yang suka gagal. Kegagalan dapat memicu rasa malu, kecewa, dan keraguan terhadap diri sendiri. Karena itu, banyak orang memilih menghindari situasi yang berpotensi membuat mereka gagal.

Mereka tidak melamar pekerjaan impian karena takut ditolak. Mereka tidak memulai bisnis karena takut rugi. Mereka tidak mencoba hal baru karena takut terlihat tidak kompeten.

Dalam psikologi, perilaku ini dikenal sebagai avoidance behavior atau perilaku menghindar. Meskipun terasa nyaman dalam jangka pendek, kebiasaan ini justru memperkuat rasa takut dari waktu ke waktu.

Sebaliknya, orang yang sukses memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran. Mereka melihat kegagalan sebagai umpan balik, bukan sebagai bukti bahwa mereka tidak mampu. Setiap kegagalan memberikan informasi berharga tentang apa yang perlu diperbaiki.

Kesuksesan bukanlah tentang menghindari kegagalan, melainkan tentang tetap bergerak maju setelah mengalaminya.

2. Menunda Kepuasan Sesaat

Salah satu temuan psikologi paling terkenal adalah konsep delayed gratification atau kemampuan menunda kesenangan sesaat demi manfaat yang lebih besar di masa depan.

Contohnya sangat sederhana:

Menabung daripada menghabiskan seluruh gaji.
Belajar selama satu jam daripada terus menonton video hiburan.
Berolahraga meskipun tubuh ingin tetap berbaring di tempat tidur.

Tindakan-tindakan ini terasa tidak nyaman karena manfaatnya tidak langsung terlihat. Sebaliknya, hiburan, makanan cepat saji, atau belanja impulsif memberikan kesenangan instan.

Orang yang terus mengejar kenyamanan sesaat sering kali mengorbankan tujuan jangka panjang mereka. Sementara itu, mereka yang mampu menunda kepuasan biasanya lebih berhasil membangun karier, kesehatan, dan stabilitas finansial.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore