Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Mei 2026 | 04.06 WIB

Orang yang Tidak Sukses dalam Hidup Biasanya Menghindari 7 Tindakan Tidak Nyaman Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tidak sukses dalam hidup (Magnific/hryshchyshen) - Image

seseorang yang tidak sukses dalam hidup (Magnific/hryshchyshen)


JawaPos.com - Dalam psikologi perilaku, banyak penelitian menunjukkan bahwa perbedaan antara orang yang berkembang dalam hidup dan yang stagnan bukan semata-mata soal bakat, kecerdasan, atau keberuntungan. Salah satu faktor yang lebih konsisten adalah cara seseorang merespons ketidaknyamanan.

Orang yang berhasil bukan berarti tidak merasa takut, malas, atau ragu. Justru mereka tetap bertindak meskipun merasa tidak nyaman. Sebaliknya, individu yang sulit berkembang cenderung tanpa sadar membangun pola hidup untuk menghindari ketidaknyamanan, yang dalam jangka panjang membatasi pertumbuhan mereka.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 7 tindakan tidak nyaman yang sering dihindari, menurut prinsip-prinsip psikologi perilaku, motivasi, dan pembentukan kebiasaan.

1. Menghadapi Tanggung Jawab Penuh atas Hidup Sendiri

Salah satu bentuk ketidaknyamanan terbesar adalah mengakui bahwa hasil hidup kita—baik atau buruk—sebagian besar dipengaruhi oleh keputusan kita sendiri.

Banyak orang cenderung menghindari ini dengan cara:

Menyalahkan keadaan
Menyalahkan orang lain
Menyalahkan sistem atau nasib

Secara psikologis, ini disebut external locus of control, yaitu kecenderungan meyakini bahwa hidup dikendalikan faktor luar.

Masalahnya, ketika seseorang selalu melihat ke luar, mereka kehilangan rasa kendali. Tanpa rasa kendali, motivasi untuk berubah juga menurun. Sebaliknya, orang yang berkembang biasanya memilih internal locus of control: “Apa yang bisa saya lakukan dari situasi ini?”

Mengambil tanggung jawab memang tidak nyaman, tetapi itu adalah titik awal perubahan.

2. Melakukan Hal yang Tidak Memberikan Hasil Instan (Delayed Gratification)

Otak manusia secara alami menyukai kepuasan cepat. Makan enak, hiburan, scrolling media sosial—semuanya memberikan dopamin instan.

Namun, kesuksesan hampir selalu berada di sisi sebaliknya: menunda kesenangan demi hasil jangka panjang.

Contohnya:

Belajar saat orang lain bersantai
Menabung saat orang lain berbelanja
Berlatih saat orang lain beristirahat

Eksperimen psikologi klasik tentang marshmallow test menunjukkan bahwa kemampuan menunda kepuasan berkaitan dengan hasil hidup jangka panjang seperti pendidikan dan stabilitas finansial.

Orang yang menghindari ketidaknyamanan ini sering terjebak dalam pola “ingin hasil besar tanpa proses sulit.”

3. Menerima Kritik Tanpa Defensif

Kritik terasa tidak nyaman karena menyentuh ego. Secara alami, otak akan bereaksi dengan:

Membela diri
Menolak
Mengalihkan kesalahan

Namun, dalam psikologi perkembangan, kemampuan menerima umpan balik adalah salah satu indikator utama pertumbuhan.

Orang yang sulit berkembang biasanya menghindari:

Situasi di mana mereka bisa dinilai
Percakapan yang berpotensi mengoreksi mereka
Lingkungan yang menuntut evaluasi diri

Padahal, kritik yang tepat adalah salah satu sumber informasi paling cepat untuk berkembang. Kuncinya bukan menerima semua kritik, tetapi menyaringnya tanpa menolak secara emosional.

4. Mengambil Risiko yang Terukur

Risiko selalu membawa ketidakpastian, dan otak manusia cenderung menghindarinya karena terkait dengan rasa aman.

Namun, hampir semua bentuk kemajuan membutuhkan risiko:

Memulai bisnis
Berganti pekerjaan
Mempelajari keterampilan baru
Menyuarakan ide

Orang yang menghindari risiko sering memilih zona aman terlalu lama. Secara psikologis, ini disebut status quo bias, kecenderungan untuk tetap pada kondisi sekarang meskipun ada peluang lebih baik.

Ironisnya, menghindari risiko kecil sering kali menghasilkan risiko yang lebih besar di masa depan: stagnasi.

5. Konsistensi dalam Rutinitas yang Membosankan

Banyak orang salah mengira kesuksesan itu hasil dari satu momen besar. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa kesuksesan lebih sering berasal dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang.

Masalahnya, kebiasaan baik sering terasa:

Membosankan
Tidak instan
Tidak memberikan “reward” cepat

Contohnya:

Olahraga rutin
Belajar setiap hari
Menyelesaikan tugas kecil secara konsisten

Orang yang menghindari ketidaknyamanan ini cenderung menunggu motivasi datang, padahal dalam psikologi perilaku, motivasi sering mengikuti tindakan, bukan mendahuluinya.

6. Berada dalam Lingkungan yang Menantang Ego

Lingkungan sangat memengaruhi perilaku. Banyak orang memilih lingkungan yang membuat mereka merasa nyaman secara psikologis, bukan yang membuat mereka berkembang.

Lingkungan yang menantang biasanya:

Membuat kita merasa “tidak paling pintar”
Menunjukkan kekurangan kita
Memaksa kita belajar lebih cepat

Namun, orang yang menghindari ketidaknyamanan ini sering memilih:

Teman yang tidak menuntut perkembangan
Komunitas yang tidak memberikan tantangan
Situasi yang tidak menguji kemampuan

Dalam psikologi sosial, ini berkaitan dengan social comparison: kita berkembang lebih cepat ketika berada di lingkungan yang sedikit lebih maju dari kita, meskipun awalnya terasa tidak nyaman.

7. Menghadapi Emosi yang Tidak Enak (Alih-alih Menghindarinya)

Ketidaknyamanan emosional adalah hal yang paling sering dihindari: rasa takut, cemas, gagal, malu, atau tidak percaya diri.

Banyak orang mencoba menghindarinya dengan:

Distraksi berlebihan (media sosial, hiburan)
Menunda pekerjaan
Menghindari percakapan penting

Namun, dalam terapi psikologis modern seperti CBT (Cognitive Behavioral Therapy), salah satu prinsip penting adalah bahwa emosi tidak harus dihindari—melainkan diproses dan ditoleransi.

Semakin seseorang terbiasa “lari” dari emosi negatif, semakin kecil kapasitasnya menghadapi tantangan hidup yang nyata.

Sebaliknya, orang yang berkembang belajar bahwa emosi tidak nyaman adalah sinyal, bukan ancaman.

Kesuksesan dalam hidup bukan hanya soal kemampuan, tetapi soal kapasitas untuk bertahan dalam ketidaknyamanan yang produktif.

Tujuh tindakan di atas bukanlah sesuatu yang hanya dialami oleh “orang gagal” atau “orang sukses”, tetapi lebih tepat dipahami sebagai spektrum kebiasaan manusia. Semua orang cenderung menghindari ketidaknyamanan—perbedaannya ada pada siapa yang tetap bertindak meskipun merasa tidak nyaman.

Pada akhirnya, pertumbuhan pribadi selalu berada di luar zona nyaman. Dan setiap langkah kecil yang dilakukan meskipun terasa sulit adalah bentuk latihan untuk memperluas kapasitas hidup seseorang.
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore