Ilustrasi ibu muda dari kalangan Gen Z yang merasa overwhelmed akibat berbagai tuntutan citra ibu ideal. (Freepik)
JawaPos.com - Di era digital, tantangan terbesar menjadi ibu justru bukan kekurangan informasi, melainkan kebingungan memilah mana yang benar-benar relevan, aman, dan tepercaya untuk keluarga.
Derasnya arus konten parenting, rekomendasi produk, hingga standar “ibu ideal” di media sosial kerap membuat moms, terutama first-time moms merasa kewalahan, ragu, dan tidak percaya diri dalam mengambil keputusan sehari-hari.
CEO of Lilla, Chrisanti Indiana, mengatakan bahwa saat ini memang diperlukan platform yang membuat masing-masing ibu dapat secara spesifik mendapatkan pengetahuan atas apa yang dibutuhkan.
“Kami melihat bahwa moms saat ini tidak kekurangan informasi, tetapi justru kesulitan menyaring mana yang sesuai dengan kondisi dan tahap yang sedang dijalani. Karena itu, Lilla mengusung pendekatan berbasis motherhood stages, di mana setiap solusi mulai dari edukasi, kurasi produk, hingga pengalaman berbelanja dan komunitas disesuaikan secara spesifik," ujarnya dalam acara temu media di Jakarta Selatan, (27/1).
"Harapannya, moms bisa menjalani motherhood dengan lebih percaya diri dan tidak merasa sendirian,” sambung Chrisanti.
Ekosistem Lengkap Berbasis Tahapan Motherhood
Chrisanti menerangkan, motherhood sebagai sebuah perjalanan bertahap seorang ibu dengan kebutuhan dan tantangan yang berbeda di setiap fase. Pendekatan ini menjadi fondasi dalam membangun ekosistem Lilla yang mencakup empat tahapan utama, yakni Pregnancy, Breastfeeding, MPASI, dan Lil’ Ones.
Tahap Pregnancy mencakup masa kehamilan sejak trimester awal hingga menjelang persalinan. Breastfeeding fokus pada periode awal pasca melahirkan hingga fase menyusui aktif, umumnya pada usia bayi 0–6 bulan.
Selanjutnya, tahap MPASI mendampingi moms dalam pemberian Makanan Pendamping ASI untuk bayi usia 6–24 bulan. Sementara itu, Lil’ Ones mencakup fase tumbuh kembang anak usia 0–5 tahun, mulai dari perawatan newborn, stimulasi bermain, hingga proses belajar awal.
Keempat tahap tersebut terhubung dalam satu ekosistem yang mengintegrasikan edukasi, kurasi produk, pengalaman omnichannel, dan komunitas, sehingga moms dapat menemukan solusi yang tepat sesuai dengan fase yang sedang dijalani.
Kurasi Produk Aman dan Tepercaya
Untuk menjawab kebingungan moms dalam memilih produk, Chrisanti juga menyebut bahwa Lilla menghadirkan sistem kurasi yang ketat. Hingga Januari 2026, Lilla telah bekerja sama dengan lebih dari 150 curated brands dengan total lebih dari 3.000 produk yang disesuaikan dengan setiap tahap motherhood.
Seluruh produk yang tersedia merupakan produk asli dan telah melalui proses kurasi keamanan, termasuk memenuhi sertifikasi resmi seperti BPOM, Kementerian Kesehatan, dan SNI. Beragam kategori produk dapat ditemukan di Lilla, mulai dari personal care ibu dan bayi, perlengkapan menyusui dan MPASI, mainan edukatif, perlengkapan tidur dan aktivitas anak, hingga kebutuhan maternity dan postnatal.
Edukasi Kredibel dan Mudah Dipraktikkan

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
