Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 April 2022 | 00.29 WIB

Saling Berbagi, Ini 3 Tips Hargai Busana Lama Saat Lebaran

Calon pembeli memilih baju di pusat penjualan pakaian di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (19/5/2020). Meski sudah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota, namun menjelang lebaran toko pakaian ramai dikunjungi orang yang ingin me - Image

Calon pembeli memilih baju di pusat penjualan pakaian di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (19/5/2020). Meski sudah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota, namun menjelang lebaran toko pakaian ramai dikunjungi orang yang ingin me

JawaPos.com - Membeli baju baru saat Ramadan terutama menjelang lebaran merupakan tradisi turun-temurun. Padahal tak perlu memaksakan diri untuk membeli baju baru, sebab masih bisa memakai baju yang lama asal ciamik merawatnya.

Dalam diskusi bersama Reckitt Indonesia melalui Vanish, menginisiasi gerakan #BahagiaBerbagiBaju untuk mengajak masyarakat Indonesia menyumbangkan pakaian lama layak pakai bagi mereka yang membutuhkan sekaligus memperpanjang masa pakai pakaian untuk mengurangi limbah pakaian. Program ini juga sejalan dengan tujuan keberlanjutan perusahaan dalam upaya pelestarian lingkungan dalam upaya bersama-sama menciptakan dunia yang lebih bersih dan sehat.

“Mengenakan pakaian terbaik merupakan bentuk sukacita dalam menyambut Hari Raya. Mengingat di antara kita masih banyak yang tidak bisa membeli baju baru untuk merayakan lebaran, maka melalui gerakan #BahagiaBerbagiBaju, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk turut berbagi kebahagiaan dengan ‘menghidupkan kembali’ pakaian lama layak pakai mereka agar menjadi pakaian yang terlihat bersih dan pantas dikenakan untuk menyambut momen kebersamaan ini," kata Marketing Director Reckitt Indonesia Rahul Bibhuti, dalam keterangan virtual baru-baru ini.

Dalam kampanye #BahagiaBerbagiBaju, seorang influencer hijab yang juga merupakan pengusaha fashion Aghnia Punjabi, memberikan tips bagaimana kita menghargai baju lama. Dalam industri fashion, kata dia, terdapat istilah fast fashion untuk menggambarkan bagaimana pakaian diproduksi secara cepat agar dapat terus mengikuti tren terbaru.

"Perilaku membeli baju lebaran baru pun salah satunya didorong oleh tren fashion yang menampilkan desain yang berbeda setiap tahunnya," kata Aghnia.

Menurut artikel yang dirilis The World Bank tahun 2019, fast fashion dapat memperburuk masalah lingkungan karena mendorong lahirnya produk fashion yang memiliki masa pakai lebih singkat. Sebanyak 50 miliar pakaian baru diproduksi tahun 2000, dan 20 tahun kemudian tepatnya tahun 2020, tercatat rata-rata konsumen membeli pakaian 60 persen lebih banyak. Tidak hanya membeli lebih banyak, konsumen juga membuang lebih banyak pakaian. Kurang dari 1 persen pakaian bekas didaur ulang menjadi pakaian baru. Diperkirakan setiap tahunnya sekitar USD 500 miliar hilang akibat pakaian yang berakhir di tempat pembuangan sampah karena tidak disumbangkan atau didaur ulang.

Lalu bagaimana kita bisa menghargai pakaian lama? Ini tipsnya.

1. Sumbangkan

Sebagai seorang Muslimah, Aghnia pun percaya keberhasilan ibadah Ramadan tidak hanya tercermin dari berpuasa sebulan penuh melainkan juga dari bagaimana kita mendorong diri untuk menjadi lebih baik. Salah satunya dalam hal konsumsi pakaian. “Saya menerapkan konsep one in, one out, yaitu saat membeli baju baru, saya akan memilih pakaian lama yang bisa disumbangkan ke sesama yang membutuhkan," katanya.

2. Konsisten Kurangi Limbah

Selain dapat menghadirkan kebahagiaan kepada orang lain, masyarakat juga diajak berkontribusi dalam upaya mengurangi limbah pakaian yang merupakan salah satu ancaman bagi kelestarian lingkungan. Untuk membantu mengurangi personal fashion waste kita juga bisa memanfaatkan momen-momen istimewa salah satunya seperti Ramadan ini untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama dengan cara memastikan pakaian tersebut dalam keadaan bersih dan tampak layak untuk dipakai.

3. Rawat Baju dari Noda

Brand Ambassador Vanish Dona Agnesia menambahkan ia selama ini merawat pakaian yang dimiliki dengan sepenuh hati. Salah satunya dengan cara mencucinya menggunakan pembersih noda yang dapat membuat pakaian bersih, warna terlihat cerah dan tampak seperti baru, merupakan kebiasaan baik yang dapat memperpanjang masa pakai pakaian.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore