JawaPos.com - Tidak hanya introvert, ekstrovert, dan ambivert saja, saat ini dikenal juga konsep tipe kepribadian otrovert yang berbeda dari semua kategori tradisional tersebut.
Ingin tahu lebih dalam tentang kepribadian otrovert? Berikut ini adalah asal usul, pola pikir, relasi, sampai selera humor dari kaum otorvert, dilansir JawaPos.com dari mindpotentialpower.
Asal Usul
Istilah kepribadian otrovert diciptakan Dr. Rami Kaminski untuk menggambarkan individu yang menolak pengkondisian budaya yang biasanya dimulai sekitar usia lima tahun, ketika kebanyakan orang mengadopsi identitas kelompok.
Otrovert sendiri diambil dari kata Spanyol 'otro' yang berarti 'lain' yang mencerminkan rasa 'keberadaan' atau ketidakikutsertaan dalam kelompok sosial. Membuat perspektif otrovert melawan pemikiran kelompok dan menawarkan wawasan baru.
Relasi
Dalam relasi, bisa dikatakan kalua otrovert tidak memiliki keterikatan secara emosional. Mereka sulit terhubung dengan dinamika kelompok, norma budaya, atau sentimen kolektif, karena menganggapnya asing atau sewenang-wenang.
Otrovert bagaikan 'orang luar' yang terus-menerus menolak pengkondisian sosial dan identitas kelompok, bahkan sejak usia muda.
Pola Pikir
Otrovert memiliki pola pikir yang orisinal, tidak terbebani pemikiran kelompok, sehingga sering kali menghasilkan ide-ide inovatif, namun ide-ide tersebut dianggap kontroversial atau subversif oleh kebanyakan orang.
Empati
Meskipun otrovert sangat menghindari afiliasi kelompok, namun mereka dapat sangat berempati dan membentuk hubungan yang mendalam dan bermakna dengan individu. Jadi, otrovert unggul dalam memahami orang lain secara personal, bukan orang-orang secara berkelompok.
Preferensi terhadap Kesendirian
Otrovert merasa nyaman ketika sendiri dan tidak membutuhkan rasa senasib atau rasa memiliki bersama. Otrovert hanya merasa kesepian jika mereka tidak dapat terhubung secara emosional dalam kelompok.
Resistensi terhadap Konsensus
Maksudnya, otrovert menolak anggapan bahwa pendapat mayoritas sama dengan kebenaran. Jadi, mereka lebih memilih mengevaluasi gagasan berdasarkan logika pribadi. Hal ini membuat otrovert tampak menantang atau nonkonformis.
Preferensi untuk Kemandirian
Otrovert lebih cocok pada pekerjaan atau peran soliter, dimana mereka dapat mengelola semuanya sendiri. Kerja tim bagi otrovert sering kali terasa melelahkan, karena mereka dengan tegas lebih memercayai penilaian pribadi daripada nasihat kolektif.
Ritual Pribadi, Bukan Ritual Bersama
Otrovert berpegang teguh pada kebiasaan dan rutinitas pribadi dan menolak ritual bersama atau tradisi komunal, seperti upacara nasional atau keagamaan, karena bagi mereka hal itu tidak lagi relevan dan membatasi kaum tertentu.
Kecenderungan Berada Di Dalam Zona Nyaman
Karakteristik ini tentu bertolak belakang dengan kecenderungan otrovert yang berani berpikir. Tetapi beginilah adanya, otrovert cenderung menghindari risiko fisik atau pengalaman dan memilih tetap berada di lingkungan yang familiar tempat mereka merasa aman.
Materialisme Minimal
Maksudnya, otrovert tidak tertarik pada tren sosial atau konsumerisme. Otrovert memilih untuk menghargai apa yang dimiliki dan menggunakan sumber daya untuk meningkatkan kemandirian alih-alih mengejar status sosial.
Selera Humor
Otrovert sering kali menggunakan humor yang merendahkan diri atau keceriaan yang ditangkap dari sekeliling mereka demi mengalihkan perhatian dari dinamika kelompok yang serius. Mungkin perilaku ini dapat membuat orang lain tidak nyaman.
Demikianlah tentang kepribadian otrovert yang enggan menyesuaikan diri dari identitas kolektif, norma, atau pemikiran kelompok.
Mereka juga jeli, pemikir orisinal, penuh empati, dan berkembang pesat dalam interaksi satu lawan satu, hanya saja merasa terasing dan kesepian dalam kelompok besar meski mudah bergaul.***