Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 02.04 WIB

11 Barang yang Dibeli Generasi Milenial untuk Tampak Lebih Kaya dari Kondisi Sebenarnya, Analisis Gaya Hidup, Psikologi, dan Dampaknya

Membeli 11 barang di atas mungkin memberi kesan kaya untuk sementara, tetapi dalam jangka panjang justru bisa menghancurkan stabilitas finansial. Foto: Freepik

JawaPos.com-Generasi milenial, yang lahir antara 1981 hingga 1996, dikenal sebagai kelompok yang sangat akrab dengan teknologi, media sosial, dan tren gaya hidup modern. Namun, di balik citra glamor yang sering dipamerkan di Instagram atau TikTok, banyak dari mereka sebenarnya menghadapi realitas keuangan yang jauh dari kata stabil.

Biaya hidup yang semakin tinggi, beban cicilan, dan ketidakpastian ekonomi membuat sebagian milenial kesulitan mencapai kebebasan finansial. Meski begitu, tekanan sosial untuk tetap tampil keren, sukses, dan mapan membuat mereka rela mengeluarkan uang pada hal-hal tertentu demi terlihat lebih kaya daripada kenyataan.

Dilansir dari laman Your Tango, artikel ini akan membahas 11 barang yang sering dibeli milenial untuk membangun citra palsu sebagai orang berada, lengkap dengan analisis psikologis, sosial, dan keuangan di balik fenomena ini.

1. Liburan Kilat demi Konten Instagram

Salah satu ciri khas milenial adalah mengutamakan pengalaman daripada benda. Liburan singkat atau short escape ke Bali, Labuan Bajo, atau bahkan destinasi luar negeri seperti Jepang dan Korea kerap dilakukan hanya demi menghasilkan foto Instagram yang estetik.

Sayangnya, perjalanan ini seringkali tidak sejalan dengan kondisi finansial mereka. Banyak milenial yang mengandalkan cicilan kartu kredit atau program pay later hanya untuk liburan singkat.

Mengapa ini terjadi?

  • Media sosial menanamkan konsep “travel is success”.

  • Foto liburan dianggap sebagai simbol status dan pencapaian.

  • Tekanan teman sebaya (peer pressure) membuat mereka enggan terlihat “kurang gaul”.

  • Padahal, tanpa perencanaan finansial yang matang, kebiasaan ini bisa berujung pada utang menumpuk.

    2. Pakaian Desainer yang Melebihi Kemampuan

    Menurut riset Atomik Research, 76% milenial mencari inspirasi fashion dari media sosial. Tak heran jika mereka terobsesi dengan pakaian desainer, meskipun harganya selangit.

    Banyak yang membeli tas, sepatu, atau jaket branded hanya demi status sosial. Sebagian bahkan memanfaatkan layanan buy now pay later atau membeli barang preloved dengan harga yang masih di luar jangkauan.

    Faktor psikologis:

    • Ingin terlihat sukses di mata teman dan lingkungan.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore