Membeli 11 barang di atas mungkin memberi kesan kaya untuk sementara, tetapi dalam jangka panjang justru bisa menghancurkan stabilitas finansial. Foto: Freepik
JawaPos.com-Generasi milenial, yang lahir antara 1981 hingga 1996, dikenal sebagai kelompok yang sangat akrab dengan teknologi, media sosial, dan tren gaya hidup modern. Namun, di balik citra glamor yang sering dipamerkan di Instagram atau TikTok, banyak dari mereka sebenarnya menghadapi realitas keuangan yang jauh dari kata stabil.
Biaya hidup yang semakin tinggi, beban cicilan, dan ketidakpastian ekonomi membuat sebagian milenial kesulitan mencapai kebebasan finansial. Meski begitu, tekanan sosial untuk tetap tampil keren, sukses, dan mapan membuat mereka rela mengeluarkan uang pada hal-hal tertentu demi terlihat lebih kaya daripada kenyataan.
Dilansir dari laman Your Tango, artikel ini akan membahas 11 barang yang sering dibeli milenial untuk membangun citra palsu sebagai orang berada, lengkap dengan analisis psikologis, sosial, dan keuangan di balik fenomena ini.
Salah satu ciri khas milenial adalah mengutamakan pengalaman daripada benda. Liburan singkat atau short escape ke Bali, Labuan Bajo, atau bahkan destinasi luar negeri seperti Jepang dan Korea kerap dilakukan hanya demi menghasilkan foto Instagram yang estetik.
Sayangnya, perjalanan ini seringkali tidak sejalan dengan kondisi finansial mereka. Banyak milenial yang mengandalkan cicilan kartu kredit atau program pay later hanya untuk liburan singkat.
Mengapa ini terjadi?
Media sosial menanamkan konsep “travel is success”.
Foto liburan dianggap sebagai simbol status dan pencapaian.
Tekanan teman sebaya (peer pressure) membuat mereka enggan terlihat “kurang gaul”.
Padahal, tanpa perencanaan finansial yang matang, kebiasaan ini bisa berujung pada utang menumpuk.
Menurut riset Atomik Research, 76% milenial mencari inspirasi fashion dari media sosial. Tak heran jika mereka terobsesi dengan pakaian desainer, meskipun harganya selangit.
Banyak yang membeli tas, sepatu, atau jaket branded hanya demi status sosial. Sebagian bahkan memanfaatkan layanan buy now pay later atau membeli barang preloved dengan harga yang masih di luar jangkauan.
Faktor psikologis:
Ingin terlihat sukses di mata teman dan lingkungan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
