Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 18.34 WIB

7 Cara Efektif Hadapi Rasa Dihakimi: Kelola Diri dan Teruslah Berkembang

Ilustrasi rasa dihakimi (Freepik) - Image

Ilustrasi rasa dihakimi (Freepik)

JawaPos.com - Perasaan dihakimi oleh orang lain adalah pengalaman yang hampir semua orang pernah alami. 

Sensasi tidak nyaman, dipermalukan, atau disalahpahami ini dapat meninggalkan luka emosional yang dalam dan memicu keraguan terhadap diri sendiri. 

Namun, penting untuk disadari bahwa penilaian dari luar seringkali lebih merupakan cerminan dari orang yang menghakimi daripada gambaran seutuhnya tentang diri Anda.

Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis dan perspektif psikologis untuk membantu Anda navigasi perasaan tersebut yang dihimpun dari Psychology Today pada Selasa (16/09). 

Dengan memahami akar masalah dan menerapkan strategi yang tepat, Anda dapat mengubah momen yang tidak nyaman ini menjadi peluang untuk tumbuh dan memperkuat ketahanan mental.

Mengapa Orang Suka Menghakimi? Pahami Dasar Psikologisnya

Sebelum merespons, adalah bijaksana untuk memahami akar dari perilaku menghakimi. 

Pengetahuan ini memberikan kejelasan dan mengurangi beban emosional yang Anda rasakan.

1. Otak Terkondisi untuk Menilai. 

Secara tidak sadar, otak manusia terus-menerus membuat penilaian cepat yang berakar pada mekanisme kelangsungan hidup, pengkondisian budaya, dan nilai-nilai personal. 

Kecenderungan ini sering diperparah oleh kesalahan kognitif umum, seperti bias atribusi (menyalahkan karakter orang lain atas suatu kesalahan) dan bias aktor-pengamat (melihat perilaku sendiri dipengaruhi oleh situasi eksternal). 

Menyadari bahwa menghakimi adalah bagian dari fungsi otak yang otomatis dapat membantu Anda tidak menganggapnya secara personal.

2. Proyeksi dari Rasa Tidak Aman. 

Seringkali, kritik tajam yang dilontarkan orang lain justru merupakan cerminan dari ketidaknyamanan mereka terhadap diri sendiri. 

Konsep "bayangan diri" dari Carl Jung menjelaskan bahwa kita cenderung menyangkal emosi atau sifat yang kita anggap tidak ideal. 

Ketika melihat sifat itu pada orang lain, kita bereaksi berlebihan. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore