Ilustrasi suku bunga. (Istimewa)
JawaPos.com–Kata suku bunga mungkin terdengar tidak asing, namun bagaimana memahami dan membaca pengaruh suku bunga pada pribadi seseorang. Lalu bagaimana sikap seseorang ketika mendengarkan kabar baik dan buruk ketika berkaitan suku bunga.
Dilansir dari Shepherd's Friendly, suku bunga berpengaruh pada pribadi seseorang. Suku Bunga adalah persentase yang dikeluarkan bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI) yang mempengaruhi bunga tabungan, pinjaman, dan kredit perumahan rakyat (KPR).
Presentasi ini berfungsi sebagai ukuran manfaat menabung dan meminjam. Angka ini jadi gambaran bunga pinjaman yang dibayar peminjam dan bunga tabungan yang dibayarkan bank. Suku bunga dapat berdampak positif atau negatif pada keuangan pribadi, tergantung pada cara mengelola uang.
Seperti diketahui, bahwa pinjaman uang ke bank atau lembaga keuangan lainnya tidaklah gratis, maksudnya setiap pinjaman akan dikenakan suku bunga. Artinya, uang yang dipinjam dikembalikan ke bank dengan biaya tambahan yang disebut bunga pinjaman.
Suku bunga yang rendah membuat pinjaman lebih murah. Namun sebaliknya suku bunga yang tinggi meningkatkan biaya pinjaman secara signifikan.
Contoh pengaruh suku bunga pada pinjaman KPR. Jika membeli rumah seharga Rp 100 juta dengan pinjaman KPR. Bila suku bunga 5 persen per tahun dengan tenor 20 tahun, total KPR yang dibayarkan dikisar Rp 158 juta. Namun bila suku bunga 2 persen per tahun dengan tenor 20 tahun, total KPR yang dibayarkan dikisar Rp 121 juta.
Bila kenaikan suku bunga pada pinjam bersifat negatif untuk individu. Lain halnya dengan tabungan. Suku bunga adalah imbalan yang dibayarkan lembaga keuangan, imbalan tersebut berdasarkan besaran suku bunga.
Misalkan, melakukan deposit sebesar Rp 10 juta dengan suku bunga 3 persen per tahun. Total dalam setahun dapat Rp 300 ribu, belum termasuk pajak.
Ketika suku bunga naik, biaya pinjaman juga ikut naik. Ini berarti cicilan pinjaman seperti KPR, pinjaman mobil, atau cicilan kartu kredit akan menjadi lebih mahal.
Kenaikan ini bisa memperlambat pengeluaran konsumen karena masyarakat harus mengalokasikan lebih banyak uang untuk membayar utang, bukan untuk berbelanja. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi.
Sebaliknya, kenaikan suku bunga memberikan dampak positif bagi yang memiliki tabungan atau investasi. Tingkat pengembalian bunga dari rekening tabungan atau instrumen investasi akan meningkat, sehingga uang bisa tumbuh lebih cepat.
Jadi, dampak suku bunga pada keuangan pribadi sangat bergantung pada posisi: apakah lebih banyak menabung dan berinvestasi, atau lebih banyak meminjam.
Ketika suku bunga berfluktuasi naik ataupun turun, wajar jika merasa khawatir. Namun, jangan terburu-buru mengambil keputusan finansial.
Sebaiknya luangkan waktu untuk meneliti pilihan dan mempertimbangkan situasi keuangan dengan cermat. Berbicara dengan penasihat keuangan bisa memberikan wawasan berharga untuk membuat keputusan yang tepat.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
