Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 September 2025 | 19.36 WIB

Bagaimana Membaca Pengaruh Suku Bunga pada Pribadi Seseorang: Berdampak ke Pinjaman dan Tabungan

Ilustrasi suku bunga. (Istimewa)

JawaPos.com–Kata suku bunga mungkin terdengar tidak asing, namun bagaimana memahami dan membaca pengaruh suku bunga pada pribadi seseorang. Lalu bagaimana sikap seseorang ketika mendengarkan kabar baik dan buruk ketika berkaitan suku bunga.

Dilansir dari Shepherd's Friendly, suku bunga berpengaruh pada pribadi seseorang. Suku Bunga adalah persentase yang dikeluarkan bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI) yang mempengaruhi bunga tabungan, pinjaman, dan kredit perumahan rakyat (KPR).

Presentasi ini berfungsi sebagai ukuran manfaat menabung dan meminjam. Angka ini jadi gambaran bunga pinjaman yang dibayar peminjam dan bunga tabungan yang dibayarkan bank. Suku bunga dapat berdampak positif atau negatif pada keuangan pribadi, tergantung pada cara mengelola uang.

Bagaimana Pengaruh Suku Bunga pada Pinjaman dan Tabungan

Seperti diketahui, bahwa pinjaman uang ke bank atau lembaga keuangan lainnya tidaklah gratis, maksudnya setiap pinjaman akan dikenakan suku bunga. Artinya, uang yang dipinjam dikembalikan ke bank dengan biaya tambahan yang disebut bunga pinjaman.

Suku bunga yang rendah membuat pinjaman lebih murah. Namun sebaliknya suku bunga yang tinggi meningkatkan biaya pinjaman secara signifikan.

Contoh pengaruh suku bunga pada pinjaman KPR. Jika membeli rumah seharga Rp 100 juta dengan pinjaman KPR. Bila suku bunga 5 persen per tahun dengan tenor 20 tahun, total KPR yang dibayarkan dikisar Rp 158 juta. Namun bila suku bunga 2 persen per tahun dengan tenor 20 tahun, total KPR yang dibayarkan dikisar Rp 121 juta.

Bila kenaikan suku bunga pada pinjam bersifat negatif untuk individu. Lain halnya dengan tabungan. Suku bunga adalah imbalan yang dibayarkan lembaga keuangan, imbalan tersebut berdasarkan besaran suku bunga.

Misalkan, melakukan deposit sebesar Rp 10 juta dengan suku bunga 3 persen per tahun. Total dalam setahun dapat Rp 300 ribu, belum termasuk pajak.

Bagaimana Pengaruh Suku Bunga pada Keuangan Pribadi Seseorang

Ketika suku bunga naik, biaya pinjaman juga ikut naik. Ini berarti cicilan pinjaman seperti KPR, pinjaman mobil, atau cicilan kartu kredit akan menjadi lebih mahal.

Kenaikan ini bisa memperlambat pengeluaran konsumen karena masyarakat harus mengalokasikan lebih banyak uang untuk membayar utang, bukan untuk berbelanja. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi.

Sebaliknya, kenaikan suku bunga memberikan dampak positif bagi yang memiliki tabungan atau investasi. Tingkat pengembalian bunga dari rekening tabungan atau instrumen investasi akan meningkat, sehingga uang bisa tumbuh lebih cepat.

Jadi, dampak suku bunga pada keuangan pribadi sangat bergantung pada posisi: apakah lebih banyak menabung dan berinvestasi, atau lebih banyak meminjam.

Turun Naik Suku Bunga

Ketika suku bunga berfluktuasi naik ataupun turun, wajar jika merasa khawatir. Namun, jangan terburu-buru mengambil keputusan finansial.

Sebaiknya luangkan waktu untuk meneliti pilihan dan mempertimbangkan situasi keuangan dengan cermat. Berbicara dengan penasihat keuangan bisa memberikan wawasan berharga untuk membuat keputusan yang tepat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore