JawaPos.com - Pernahkah Anda mendapati bulu mata rontok tiba-tiba, lalu bertanya-tanya apakah ia akan tumbuh kembali? Bagi banyak orang, bulu mata bukan hanya pelengkap estetika wajah, tetapi juga berfungsi melindungi mata dari debu dan kotoran. Maka, kehilangan bulu mata dalam jumlah banyak tentu bisa menimbulkan rasa khawatir.
Sama seperti rambut di kulit kepala, bulu mata juga mengalami siklus pertumbuhan alami. Itu sebabnya, kehilangan beberapa helai saja sebenarnya hal yang normal. Namun, ada berbagai kondisi medis maupun faktor eksternal yang dapat menyebabkan bulu mata rontok lebih banyak dari biasanya.
Banyak orang percaya bahwa minyak zaitun, pijatan ringan pada bulu mata, hingga konsumsi biotin dapat mempercepat pertumbuhan bulu mata. Meski begitu, bukti ilmiah yang mendukung klaim ini masih sangat terbatas. Biotin memang berperan penting untuk kesehatan kulit dan rambut, tetapi penelitian mengenai kaitannya dengan pertumbuhan bulu mata masih minim.
Dilansir dari Medical News Today, ini beberapa hal yang bisa menyebabkan bulu mata rontok.
1. Luka Bakar
Salah satu penyebab utama bulu mata rontok adalah luka bakar. Menurut American Academy of Ophthalmology, jika folikel bulu mata tidak rusak, biasanya bulu mata akan tumbuh kembali dalam waktu sekitar enam minggu. Namun, jika folikel ikut rusak, kemungkinan bulu mata tidak akan tumbuh lagi.
2. Efek Kemoterapi
Kemoterapi juga sering menjadi penyebab rontoknya bulu mata. Tidak semua obat kemoterapi menimbulkan efek ini, tetapi sebagian besar memang memengaruhi rambut di seluruh tubuh, termasuk alis dan bulu mata. Kabar baiknya, bulu mata biasanya mulai tumbuh kembali setelah terapi dihentikan, meski kadang tekstur dan ketebalannya berbeda dari sebelumnya.
3. Kebiasaan Mencabut Bulu Mata
Selain itu, kebiasaan mencabut bulu mata juga bisa membuatnya rontok. Kondisi psikologis bernama trikotilomania menyebabkan seseorang terdorong untuk mencabut rambut tubuhnya, termasuk bulu mata. Jika bulu mata hilang karena dicabut, biasanya membutuhkan waktu beberapa bulan untuk tumbuh kembali.
4. Risiko dari Lash Extension
Tren kecantikan seperti lash extension juga berisiko menyebabkan bulu mata asli rusak. Bulu mata palsu yang ditempel dengan lem dapat menarik atau merobek bulu mata alami. Jika ini terjadi, biasanya butuh waktu beberapa bulan sebelum bulu mata tumbuh kembali secara normal.
5. Pengaruh Gangguan Tiroid
Gangguan tiroid, baik hipertiroid maupun hipotiroid, juga bisa menjadi penyebab rontoknya bulu mata. Ketidakseimbangan hormon tiroid sering kali mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Setelah kondisi tiroid diatasi melalui pengobatan, bulu mata biasanya akan mulai tumbuh kembali.
6. Penyakit Autoimun Alopecia Areata
Ada pula kondisi autoimun bernama alopecia areata, di mana sistem imun menyerang folikel rambut. Penyakit ini bisa menyebabkan kebotakan di kulit kepala, hilangnya alis, hingga rontoknya bulu mata. Meski belum ada obat yang bisa menyembuhkan total, beberapa terapi dapat membantu meredakan gejala.
Perawatan medis juga tersedia untuk membantu pertumbuhan bulu mata. Dokter bisa meresepkan obat tetes mata yang mengandung bimatoprost. Dalam sebuah penelitian, sekitar 70% pasien alopecia areata yang menggunakan bimatoprost mengalami pertumbuhan kembali bulu mata setelah satu tahun perawatan rutin.
Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Asupan nutrisi seperti vitamin C, B, D, zinc, zat besi, dan protein berperan penting untuk pertumbuhan rambut yang sehat. Kekurangan gizi bisa memperparah kerontokan, termasuk pada bulu mata.
Selain pola makan, gaya hidup juga berpengaruh. Menghapus riasan mata sebelum tidur, menghindari penggunaan penjepit bulu mata berlebihan, serta tidak menggosok mata terlalu keras dapat menjaga kesehatan bulu mata. Langkah sederhana ini dapat mencegah kerontokan dini.