Ilustrasi: Kerja dari kafe atau work from cafe (WFC) kini sudah menjadi gaya hidup bagi generasi Z untuk bekerja. (freepik)
JawaPos.com – Pemandangan di kafe semakin beragam sejak beragam tahun belakangan. Kafe Tidak hanya dipenuhi pengunjung yang nongkrong, kini semakin banyak generasi muda yang membuka laptop, memasang earphone, dan larut dalam pekerjaan. Mereka umumnya sedang bekerja alias work from café (WFC).
Dengan marakknya WFC ini, kafe yang dulunya identik dengan nongkrong atau sekadar tempat ngopi, kini berubah menjadi ruang kerja alternatif yang nyaman dan estetik. Perubahan ini tidak lepas dari budaya kerja pasca-pandemi. Konsep remote dan hybrid work, yaitu model kerja fleksibel yang menggabungkan antara kerja di kantor maupun kerja dari jarak jauh mendorong banyak orang, khususnya generasi muda, mencari suasana baru di luar rumah.
Penelitian terbaru dari Swinburne University of Technology bersama Third-Place.org menemukan bahwa hampir setengah dari pekerja jarak jauh menghabiskan waktu di kafe setiap minggu. Tren ini sangat dominan di kalangan Generasi Z. Sebanyak 10 persen dari mereka menyatakan tempat seperti itu kini menjadi lokasi kerja favorit.
Menurut FastCompany.com, anak muda cenderung lebih produktif di ruang yang nyaman, estetik, dan mendukung kreativitas. Oleh karena itu, kafe pun menjadi pilihan karena menawarkan atmosfer berbeda dibanding kantor maupun rumah.
Dari sisi ekonomi, Forbes melaporkan bahwa kafe mendapat keuntungan lebih besar dari pelanggan yang bekerja, karena biasanya mereka duduk lebih lama dan memesan berkali-kali. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan kafe, tapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja mulai dari barista hingga staf event ketika kafe dipakai untuk acara komunitas.
Di samping peluangnya yang begitu besar, fenomena ini juga menghadirkan tantangan terlebih bagi para pemilik kafe. Banyak pelanggan memanfaatkan fasilitas dan suasana kafe untuk bekerja berjam-jam, tetapi kontribusi finansialnya minim karena hanya melakukan satu kali pembelian. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa berisiko menekan margin keuntungan.
Namun jangan khawatir, berikut adalah sejumlah strategi yang bisa dilakukan oleh pemilik usaha kafe agar bisa terus beradaptasi di tengah kondisi tersebut:
Café dapat mendesain ulang sebagian ruangan menjadi area kerja khusus atau ruang rapat kecil. Model ini tidak hanya menambah kenyamanan pelanggan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan baru melalui skema penyewaan jangka pendek.
Pekerja remote membutuhkan akses internet cepat, colokan listrik yang memadai, serta lingkungan yang mendukung produktivitas. Menyediakan fasilitas ini akan meningkatkan loyalitas pelanggan dan memperkuat reputasi café sebagai tempat kerja alternatif yang recommended.
Sistem berlangganan, seperti paket kopi harian, mingguan, atau bulanan dengan akses Wi-Fi premium, dapat menciptakan aliran pendapatan yang lebih stabil. Skema ini juga memberikan insentif bagi pelanggan untuk kembali secara rutin.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
