Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 16.54 WIB

Jangan Jadi Korban Gaslighting! Pelajari Apa Itu, Penyebab, dan Cara Efektif Menghadapinya Sekarang

Ilustrasi stop jadi korban gaslighting (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi stop jadi korban gaslighting (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernah mendengar istilah “gaslighting”? Lebih dari sekadar kata tren, gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang biasanya terjadi dalam hubungan yang tidak sehat.

Konsep ini sudah dikenal selama beberapa dekade, dan para ahli kesehatan mental menekankan bahwa fenomena ini dapat menimbulkan dampak emosional serius serta menghancurkan hubungan.

Gaslighting terjadi ketika seseorang mencoba mengontrol dan mendominasi orang lain dengan cara membuat korbannya meragukan diri sendiri.

Tindakan manipulatif ini membuat korban mempertanyakan realitas, ingatan, atau persepsi mereka, sehingga pelaku terlihat lebih berkuasa dan dominan.

Seiring waktu, korban gaslighting bisa mengalami kecemasan, depresi, hingga mental breakdown, karena perasaan ragu dan kehilangan kepercayaan diri terus menumpuk.

Penting untuk mengenali tanda-tanda gaslighting sejak awal agar dapat melindungi diri dan menjaga kesehatan mental.

Apa Itu Gaslighting?

Gaslighting adalah cara manipulasi psikologis dan emosional di mana seseorang berusaha membuat orang lain meragukan apa yang mereka lihat, rasakan, atau alami.

Akibatnya, korban bisa mulai mempertanyakan karakter, ingatan, atau bahkan kewarasannya.

Dilansir dari laman Everyday Health, menurut Robin Stern, PhD, penulis The Gaslight Effect dan salah satu pendiri sekaligus penasihat senior Yale Center for Emotional Intelligence di New Haven, Connecticut, menjelaskan bahwa gaslighting pada dasarnya adalah memanipulasi persepsi realitas orang lain.

Menurut National Domestic Abuse Hotline, gaslighting merupakan bentuk penyalahgunaan emosional yang sangat efektif yang memberikan pelaku gaslighting kekuasaan dan kontrol atas korban.

Pengalaman gaslighting bisa terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan kerja atau rumah. Contohnya, ketika Anda merasa atasan mengambil kredit atas pekerjaan Anda, tetapi mereka menolak dan justru menuduh Anda yang mencoba mengklaim kerjaannya.

Atau ketika Anda menegur pasangan soal menghindari percakapan, tetapi mereka memutarbalikkan situasi sehingga Anda yang tampak salah.

Penyebab Gaslighting: Mengapa Pelaku Melakukannya?

Menurut laman halodoc.com, Orang yang melakukan gaslighting biasanya memiliki tujuan tersembunyi untuk mengontrol dan mendominasi orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore