
Banyak orang tua tidak sadar bahwa kata-kata sederhana yang mereka ucapkan bisa menorehkan luka mendalam dalam diri anak. (Freepik)
JawaPos.com - Menjadi orang tua adalah perjalanan yang penuh tantangan. Kita tidak hanya bertanggung jawab menyediakan kebutuhan fisik seperti makanan, tempat tinggal, dan pendidikan, tetapi juga memegang peran besar dalam membentuk dunia emosional anak.
Bagi seorang anak, kata-kata orang tua bukan sekadar bunyi. Kata-kata tersebut adalah cermin harga diri mereka, sumber rasa aman, dan dasar bagaimana mereka memandang dunia.
Bahkan komentar singkat yang diucapkan ketika orang tua sedang lelah, stres, atau tidak sabar bisa menancap dalam di hati seorang anak, dan mereka membawanya hingga dewasa.
Psikolog perkembangan anak menyebut hal ini sebagai “emotional imprint”—bekas yang tertanam kuat di memori anak akibat interaksi dengan orang tua. Sayangnya, banyak orang tua tidak menyadari ucapan-ucapan tertentu yang bisa merusak hubungan emosional ini.
Dilansir dari laman Geediting.com, dalam artikel ini, kita akan membahas delapan kalimat umum yang sering diucapkan orang tua yang kurang hadir secara emosional. Bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk meningkatkan kesadaran agar kita bisa menggantinya dengan komunikasi yang lebih penuh kasih sayang.
Kalimat ini sering terlontar ketika anak menangis karena hal kecil atau terlihat bereaksi berlebihan terhadap situasi sepele. Bagi orang tua, ini mungkin hanya komentar ringan. Namun bagi anak, ini bisa diartikan sebagai “perasaanmu salah, kamu salah.”
Anak-anak merasakan dunia dengan cara yang lebih mentah dan intens dibandingkan orang dewasa. Apa yang bagi kita terlihat kecil, bisa menjadi sesuatu yang besar bagi mereka.
Dampaknya:
Anak bisa tumbuh merasa bahwa emosinya tidak valid.
Mereka belajar menekan perasaan alih-alih mengekspresikannya.
Ketika dewasa, mereka bisa kesulitan mengenali emosi diri atau takut dianggap lemah jika terbuka.
Alih-alih berkata “Kamu terlalu sensitif,” cobalah:
“Aku tahu ini terasa berat buatmu. Ceritakan ke Ibu/Ayah.”
“Perasaanmu valid. Wajar kamu merasa begitu.”
Kesibukan adalah realitas kehidupan orang dewasa. Namun, bagi anak, setiap kali mendengar kalimat ini, mereka bisa menafsirkan: “Aku tidak penting. Kebutuhanku tidak diprioritaskan.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
