Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 16.48 WIB

5 Alasan Mengapa Kita Mudah Percaya pada Setiap Informasi yang Didengar dan Dibaca

Seseorang sedang membaca berita di ponsel, menunjukkan interaksi sehari-hari dengan informasi yang perlu disaring secara kritis./Freepik - Image

Seseorang sedang membaca berita di ponsel, menunjukkan interaksi sehari-hari dengan informasi yang perlu disaring secara kritis./Freepik

JawaPos.com - Otak manusia secara alami punya kecenderungan sugestif untuk menerima informasi yang masuk. Karakteristik ini dulunya sangat membantu manusia purba untuk belajar, bekerja sama, dan membangun komunitas. Namun, di era modern ini, sifat sugestif otak bisa menjadi bumerang.

Karakteristik ini membuat kita rentan terhadap manipulasi informasi dari berbagai pihak. Melansir dari Geediting.com Senin (4/8), kecenderungan ini dimanfaatkan oleh para pembuat konten, pengiklan, atau politisi. Mereka memakai cara-cara khusus untuk melewati logika berpikir kita yang kritis.

Berikut adalah lima alasan mengapa kita mudah percaya pada setiap informasi:

  1. Sikap Sugestif Otak Alami

Otak kita secara alami terprogram untuk menjadi mudah menerima saran. Ini membantu manusia menyerap pola perilaku baru secara cepat. Kita bisa menghemat energi mental dengan tidak mengevaluasi setiap informasi dari awal.

  • Repetisi dan Konfirmasi Bias

  • Otak cenderung mempercayai hal-hal yang sering diulang-ulang dengan penuh keyakinan. Kita juga lebih mudah percaya pada informasi yang sesuai dengan keyakinan yang sudah ada. Fenomena ini disebut bias konfirmasi.

  • Daya Tarik Emosional yang Kuat

  • Penyebar informasi sering menggunakan daya tarik emosional untuk memotong logika. Mereka menggunakan slogan kuat dan kata-kata yang memicu emosi. Ini membuat kita lebih cepat bereaksi daripada berpikir kritis.

  • Hidup Digital yang Cepat

  • Di dunia digital yang serba cepat, orang cenderung membaca sekilas. Mereka lebih mungkin berinteraksi dengan materi yang memicu emosi. Ini mempercepat penyebaran informasi yang salah.

  • Kurangnya Keinginan untuk Berpikir Kritis

  • Kita seringkali terlalu malas untuk berhenti sejenak dan berpikir kritis. Jarang sekali kita mempertanyakan apakah informasi itu masuk akal. Akibatnya, kita lebih mudah terjerumus pada informasi yang salah.

    Mengatasi kecenderungan ini bukan berarti menjadi pribadi yang sinis. Ini tentang menjadi lebih tangguh secara mental. Tujuannya adalah untuk menjadi lebih cerdas dalam mempercayai informasi.

    Satu di antara cara yang bisa dilakukan adalah dengan membiasakan diri bertanya. Tanyakan pada diri sendiri siapa yang diuntungkan dari pesan yang ada. Biasakan juga mengecek banyak sumber berbeda. Terakhir, akui bahwa Anda juga bisa saja salah.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore