Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 12.22 WIB

Bingung Memilih Karir? 7 Hal yang Harus Menjadi Pertimbangan Matang Sebelum Memutuskan Pekerjaan Pilihan

Ilustrasi hal yang harus menjadi pertimbangan sebelum memilih pekerjaan (Drazen Zigic/freepik.com) - Image

Ilustrasi hal yang harus menjadi pertimbangan sebelum memilih pekerjaan (Drazen Zigic/freepik.com)

JawaPos.com - Menentukan langkah yang tepat dalam karier memerlukan lebih dari sekadar insting ini melibatkan refleksi diri, penelitian yang cermat, dan sikap terbuka terhadap peluang yang ada.

Dengan mengenali kekuatan, minat, dan tujuan hidupmu, serta mengeksplorasi berbagai pilihan karier, kamu dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan penuh percaya diri.

Berikan dirimu waktu untuk menemukan apa yang benar-benar membuatmu merasa puas dan termotivasi, serta jangan takut untuk beradaptasi seiring berjalannya waktu.

Dilansir dari Better Up, berikut ini berbagai hal yang harus menjadi pertimbangan matang sebelum memutuskan pekerjaan pilihan.

1. Keterampilan yang dimiliki

Memiliki kombinasi soft skills dan hard skills yang tepat akan memberimu kepercayaan diri dalam menjalani pekerjaan. Mulailah dengan menilai keterampilan yang sudah dimiliki, dan pikirkan apa yang perlu dipelajari lebih lanjut. Ini akan membantumu memilih jalur karier yang sesuai dengan minat dan kemampuanmu.

Misalnya, apabila kamu punya keterampilan perhatian terhadap detail (soft skill) dan keahlian dalam matematika (hard skill), maka kamu mungkin cocok bagi peran di bidang TI. Lakukan penilaian mandiri, cari peran yang sesuai, dan identifikasi keterampilan tambahan yang diperlukan. Jika perlu, pertimbangkan untuk mengikuti pelatihan atau program gelar guna memperdalam keahlianmu.

Apabila kamu sedang mempertimbangkan perubahan karier, jangan lupakan keterampilan yang dapat dipindahtangankan. Contohnya, keterampilan komunikasi yang kamu asah di bidang ritel bisa sangat berharga dalam penjualan teknologi. Memahami keterampilan ini akan membantumu menemukan peluang baru tanpa harus memulai dari nol.

2. Prospek pekerjaan

Saat mencari karier, kamu perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan dan stabilitas pekerjaan. Sumber seperti Buku Pegangan Prospek Pekerjaan dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) dapat memberi wawasan tentang bagaimana perkembangan suatu industri.

Kamu bisa melihat apakah lapangan pekerjaan akan berkembang, stagnan, atau menurun dalam beberapa tahun ke depan. Memilih karir di industri yang sedang menurun bisa membuatmu merasa kesulitan dalam mendapatkan posisi.

Walaupun prospek pekerjaan mampu memberi gambaran, keterampilan, tekad, dan latar belakangmu tetap menjadi faktor utama dalam mendapatkan pekerjaan. Misalnya, meskipun BLS menunjukkan penurunan dalam pekerjaan pengasuhan anak, gelar, pengalaman relevan, dan minat dapat membantumu meraih posisi tersebut.

3. Tujuan yang realistis

Saat merencanakan karier, maka kamu perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar minat dan keterampilan usia, lokasi, dan tanggung jawab pribadi juga mempengaruhi pilihanmu. Contohnya, apabila menjadi penerjemah mengharuskanmu bekerja di luar negeri dan kamu tidak bisa membawa keluarga, karier ini mungkin tidak ideal.

Begitu juga, jika kamu berusia 50-an dan ingin menjadi dokter bedah, tantangan pendidikan yang panjang bisa menjadi hambatan. Menjadi realistis dengan situasi pribadi sangat penting, namun itu tidak berarti kamu harus mengorbankan impianmu. Kamu dapat mengubah tujuan sedikit, seperti memilih peran medis dengan persiapan lebih singkat, seperti teknisi medis darurat atau perawat yang tetap berdampak besar.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore