Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 13.20 WIB

Benarkah Sendok Kayu Berbahaya? Ini Fakta yang Perlu Anda Ketahui!

ilustrasi Benarkah Sendok Kayu Berbahaya? Ini Fakta yang Perlu Anda Ketahui! / freepik - Image

ilustrasi Benarkah Sendok Kayu Berbahaya? Ini Fakta yang Perlu Anda Ketahui! / freepik

JawaPos.com - Saat memasak, alat yang digunakan tentu memengaruhi kenyamanan dan keamanan dapur. Salah satu peralatan yang sering digunakan adalah sendok kayu.

Namun, belakangan ini sendok kayu menjadi bahan perdebatan: apakah aman digunakan atau justru menyimpan risiko kesehatan?

Bagi sebagian orang, sendok kayu adalah pilihan utama. Alat ini diklaim lebih ramah terhadap peralatan masak, tidak merusak permukaan wajan, serta memiliki daya tahan tinggi jika dirawat dengan baik.

Namun, di sisi lain, ada yang beranggapan bahwa kayu yang berpori dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, menyerap bau, dan berisiko menularkan kontaminasi dari satu masakan ke masakan lainnya.

Jadi, bagaimana fakta sebenarnya? Apakah sendok kayu memang bisa menjadi sarang bakteri berbahaya, atau justru tetap aman selama digunakan dengan cara yang benar?

Simak ulasan berikut ini!

Apakah Sendok Kayu Memerangkap Bakteri?

Seperti kebanyakan perdebatan, kedua pendapat memiliki argumen yang cukup valid. Melansir dari laman huffpost.com, menurut Bryan Quoc Le, seorang ilmuwan pangan dan penulis buku 150 Food Science Questions Answered, sendok kayu memang memiliki sifat berpori yang dapat menjebak mikroorganisme. Namun, pembersihan yang benar dapat mengurangi risiko tersebut.

Mencuci sendok kayu dengan air panas dan sabun segera setelah digunakan sangat penting. Jika dibiarkan terlalu lama dalam kondisi basah, bakteri bisa berkembang biak dengan cepat. Oleh karena itu, setelah dicuci, pastikan sendok benar-benar kering sebelum disimpan. Kelembapan yang tinggi adalah faktor utama yang membuat bakteri bertahan lebih lama.

Apakah Kayu Memiliki Sifat Antimikroba?

Beberapa jenis kayu secara alami memiliki senyawa antimikroba. Misalnya, kayu ek, pinus, dan ceri mengandung tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Akan tetapi, tidak semua sendok kayu dibuat dari bahan tersebut. Jika sendok kayu yang digunakan tidak berasal dari jenis kayu berkualitas tinggi, maka kemampuan antimikrobanya juga lebih rendah.

Ellen Shumaker, pakar keamanan pangan dari North Carolina State University, menjelaskan bahwa kayu secara alami dapat menyerap air dan bakteri ke dalam seratnya. Namun, selama sendok dikeringkan dengan benar, bakteri tersebut tidak akan bertahan lama.

Bagaimana dengan Sendok Kayu yang Retak?

Sama seperti peralatan dapur lainnya, sendok kayu juga memiliki masa pakai. Jika sudah mulai retak, berubah warna, atau menimbulkan bau tidak sedap, itu pertanda bahwa sendok harus segera diganti. Retakan pada kayu bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, yang sulit dibersihkan meskipun telah dicuci dengan sabun.

Menurut Darin Detwiler, pakar keamanan pangan, retakan kecil bisa menjadi tempat berkumpulnya partikel makanan dan kelembapan yang memicu pertumbuhan mikroorganisme. Oleh karena itu, jika sendok kayu mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan, sebaiknya segera ganti dengan yang baru.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore