Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 April 2025 | 14.30 WIB

9 Kebiasaan Pagi yang Membuat Rezeki Seret Menurut Primbon Jawa, Jangan Panjenengan Lakukan!

Ilustrasi membuat tezeki seret (freepik) - Image

Ilustrasi membuat tezeki seret (freepik)

JawaPos.com - Dalam tradisi masyarakat Jawa, pagi hari dipercaya sebagai waktu yang paling sakral dan penuh kekuatan spiritual. 

Momentum ini sering dimanfaatkan untuk menyambut rezeki dan keberkahan hidup. 

Namun tanpa disadari, terdapat sejumlah kebiasaan kecil yang justru dapat menghalangi datangnya rezeki, terutama jika dilakukan secara rutin setiap pagi.

Menurut Primbon Jawa, kebiasaan pagi yang keliru bisa menyebabkan energi negatif menumpuk di dalam rumah dan diri seseorang. 

Energi inilah yang kemudian mempengaruhi kelancaran rezeki, keberuntungan, dan kesejahteraan secara keseluruhan. 

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui dan menghindari kebiasaan-kebiasaan ini agar tidak mengalami kesialan atau kesulitan rezeki di kemudian hari yang dihimpun dari kanal YouTube NGAOS JAWA pada Senin (14/04).

1. Tidur Setelah Subuh

Menurut primbon Jawa, waktu setelah Subuh merupakan saat paling sakral. Energi positif baru mulai mengalir, dan para malaikat masih turun membawa keberkahan. Tidur kembali setelah Subuh dianggap sebagai bentuk penolakan terhadap datangnya rezeki.

Ketika seseorang memilih untuk kembali tidur setelah Subuh, tubuh dan pikirannya justru melewatkan momentum terbaik untuk menyambut hari. Padahal pagi adalah waktu yang ideal untuk berdoa, bersyukur, dan mulai bergerak. Dalam kepercayaan spiritual Jawa, kesiapan lahir batin sangat memengaruhi datangnya rezeki.

Oleh karena itu, biasakan bangun dan beraktivitas setelah Subuh. Walaupun terasa berat, langkah ini akan membuka gerbang rezeki karena Anda menunjukkan kesiapan menyambut kehidupan dengan hati yang terbuka.

2. Menyapu Rumah Tapi Tidak Membuang Sampahnya

Dalam budaya Jawa, rumah adalah cerminan jiwa penghuninya. Menyapu rumah memang penting, namun jika sampah yang sudah terkumpul tidak dibuang, maka artinya Anda masih menyimpan energi buruk di dalam rumah.

Primbon Jawa mengajarkan bahwa menyapu rumah harus dilakukan dengan arah ke dalam, bukan ke luar. Arah sapuan yang keliru dipercaya dapat membuang rezeki. Bahkan, waktu menyapu yang paling baik adalah sebelum matahari terbit agar rumah benar-benar terbebas dari energi negatif.

Jika sampah yang disapu hanya dikumpulkan dan dibiarkan menumpuk, maka itu ibarat membiarkan masalah tertahan di dalam kehidupan. Maka dari itu, jika ingin rezeki mengalir lancar, bersihkanlah rumah secara tuntas dan buang sampahnya segera.

3. Marah dan Mengeluh di Pagi Hari

Energi pagi ibarat kertas kosong yang siap Anda tulisi. Jika sejak pagi Anda sudah marah atau mengeluh, maka energi negatif itu akan mendominasi sepanjang hari. Dalam primbon Jawa, ucapan di pagi hari adalah doa yang membentuk takdir harian Anda.

Kalimat seperti “saya capek,” “hidup ini berat,” atau “pasti sial hari ini” adalah bentuk afirmasi negatif yang tanpa sadar mengundang kesialan. Ucapan tersebut menyebar seperti gelombang energi dan membentuk kenyataan.

Sebaliknya, isi pagi Anda dengan rasa syukur. Ucapkan kalimat yang membangun semangat seperti “saya siap menjalani hari ini,” atau “semoga hari ini penuh keberkahan.” Dengan begitu, energi rezeki akan lebih mudah mengalir dalam hidup Anda.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore