
Ilustrasi wanita yang terstruktur dan rapi dalam melakukan pekerjaan. (Freepik)
JawaPos.com - Banyak orang bertahan dalam pekerjaan yang tidak lagi memberi kepuasan, meskipun mereka sadar ada sesuatu yang hilang dalam hidup mereka.
Secara logis, mencari pekerjaan baru yang lebih sesuai mungkin terasa seperti solusi yang tepat, tetapi kenyataannya, ada berbagai faktor psikologis dan praktis yang membuat seseorang tetap bertahan dalam kondisi tersebut.
Salah satu alasan utama adalah efek "sunk cost fallacy.", dikutip dari DMNews, Sabtu (29/3). Kondisi ini adalah ketika seseorang telah menghabiskan bertahun-tahun dalam sebuah pekerjaan, ada perasaan bahwa semua usaha dan waktu yang telah diinvestasikan akan sia-sia jika mereka keluar.
Studi dari Thrive Global menunjukkan bahwa banyak orang tetap bertahan di tempat kerja yang tidak lagi berkembang bagi mereka karena merasa sulit untuk meninggalkan sesuatu yang telah mereka bangun bertahun-tahun.
Ketakutan juga menjadi faktor besar. Ketidakpastian mengenai masa depan, apakah mereka bisa mendapatkan pekerjaan baru atau apakah akan gagal di tempat lain, sering kali menjadi penghalang utama.
Secara neurologis, otak manusia lebih memilih stabilitas dan hal yang sudah dikenal daripada menghadapi risiko, meskipun itu berarti bertahan dalam lingkungan yang tidak memuaskan.
Di sisi lain, banyak orang menciptakan narasi internal untuk membenarkan kondisi mereka. Mereka meyakinkan diri sendiri bahwa bekerja memang seharusnya melelahkan dan penuh tekanan, atau bahwa tidak ada pekerjaan yang benar-benar memuaskan.
Ini adalah bentuk disonansi kognitif, di mana mereka berusaha menyesuaikan perasaan tidak nyaman dengan realitas yang mereka jalani agar tetap merasa bisa menerimanya.
Selain faktor psikologis, ada juga kendala praktis yang sulit diabaikan. Banyak orang memiliki tanggungan finansial seperti cicilan rumah, biaya pendidikan anak, dan kebutuhan sehari-hari, yang membuat mereka enggan mengambil risiko dengan meninggalkan pekerjaan stabil.
Ditambah lagi, banyak perusahaan masih mementingkan produktivitas dibanding kesejahteraan karyawan, membuat lingkungan kerja yang penuh tekanan dianggap sebagai norma.
Namun, bukan berarti tidak ada jalan keluar. Kesadaran akan faktor-faktor yang menghambat perubahan adalah langkah pertama. Meskipun tidak semua orang bisa langsung berhenti dan beralih ke pekerjaan impian mereka, langkah kecil seperti mengeksplorasi minat baru, membangun keterampilan tambahan, atau mencari peluang sampingan bisa menjadi awal perubahan.
Penelitian dari Gallup menunjukkan bahwa pekerjaan yang memiliki makna bisa meningkatkan kebahagiaan seseorang secara signifikan, sehingga mencari jalan untuk mencapai kepuasan kerja adalah investasi jangka panjang yang layak dilakukan.
Menghadapi ketidakpastian memang tidak mudah, tetapi memahami alasan di balik keputusan untuk tetap bertahan dapat membuka peluang untuk perubahan.
Dengan langkah-langkah kecil yang konsisten, jalan keluar dari pekerjaan yang tidak memuaskan bisa mulai terbuka, membawa seseorang menuju kehidupan yang lebih bermakna dan sejalan dengan nilai-nilai mereka.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
