Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Maret 2025 | 19.20 WIB

Seragam Sehari-hari Seorang Genius: Mengapa Steve Jobs, Einstein, dan Zuckerberg Mengenakan Pakaian yang Sama?

Ilustrasi orang genius memakai pakaian yang sama. (freepik) - Image

Ilustrasi orang genius memakai pakaian yang sama. (freepik)

JawaPos.com - Pernahkah anda memperhatikan bagaimana beberapa pemikir paling cemerlang dalam sejarah tampaknya mengenakan pakaian yang sama setiap hari?

Turtleneck hitam khas Steve Jobs, hoodie abu-abu Mark Zuckerberg, atau setelan sederhana Albert Einstein—ini mungkin tampak seperti kebiasaan yang aneh, tetapi sebenarnya ada alasan menarik di baliknya.

Konsep ini bukan sekadar soal gaya atau kemalasan memilih pakaian. Sebaliknya, ini berkaitan erat dengan psikologi dan bagaimana cara seseorang mengatur hidupnya agar lebih efisien.

Bahkan, kebiasaan memakai seragam sehari-hari dapat membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi stres dalam pengambilan keputusan.

Dilansir dari WECB pada Minggu (23/3) berikut ini adalah alasan mengapa seorang genius sering memilih untuk mengenakan pakaian yang sama setiap hari!

1. Menghindari Kelelahan dalam Pengambilan Keputusan

Anda mungkin mengira memilih pakaian adalah hal kecil yang sepele. Tapi tahukah anda bahwa kita membuat sekitar 10.000 hingga 40.000 keputusan setiap hari?

Mulai dari apa yang akan dimakan untuk sarapan, pekerjaan yang harus diselesaikan, hingga pilihan-pilihan kecil lainnya. Setiap keputusan menguras sedikit kapasitas mental, dan ini disebut sebagai "kelelahan dalam mengambil keputusan."

Semakin banyak keputusan yang dibuat sepanjang hari, semakin lelah otak kita. Menurut penelitian dalam psikologi, ketika seseorang mengalami kelelahan dalam pengambilan keputusan, mereka cenderung membuat pilihan yang kurang bijak.

Inilah mengapa seorang genius seperti Steve Jobs atau Einstein lebih memilih pakaian yang sama setiap hari—mereka ingin menghemat energi mental untuk hal yang lebih penting.

2. Menyederhanakan Pilihan dan Rutinitas

Dalam teori yang dikembangkan oleh psikolog sosial Roy F. Baumeister, pengambilan keputusan yang terus-menerus bisa menguras kapasitas mental seseorang—seperti otot yang lelah setelah berolahraga.

Sebuah studi dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa setelah membuat banyak keputusan, seseorang cenderung lebih sulit mengambil keputusan yang benar.

Sekarang, bayangkan bagaimana kehidupan sehari-hari seorang pemimpin teknologi atau ilmuwan besar. Mereka harus memikirkan strategi bisnis, inovasi baru, atau bahkan teori ilmiah yang kompleks.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore