
Ilustrasi seseorang yang sangat picky eater. (Freepik)
JawaPos.com - Setiap orang punya preferensi makanan yang berbeda. Namun, ada perbedaan antara seseorang yang sekadar selektif dalam memilih makanan dan mereka yang benar-benar picky eater.
Bagi sebagian orang, picky eating bukan hanya soal tidak menyukai rasa tertentu, tetapi bisa berhubungan dengan faktor psikologis yang memengaruhi gaya hidup mereka. Memahami kebiasaan picky eater dapat memberikan wawasan menarik tentang pola pikir mereka.
Jika kamu pernah bertanya-tanya mengapa ada orang yang hanya mau makan makanan tertentu, dilansir dari Geediting pada Rabu (19/3), berikut adalah tujuh kebiasaan yang umumnya dimiliki oleh picky eater, menurut psikologi.
1. Selalu Mengandalkan Makanan yang Sama
Picky eater cenderung hanya mau makan makanan yang sudah mereka kenal dan merasa nyaman dengannya. Mereka menghindari makanan baru atau yang tampak berbeda karena adanya kebutuhan psikologis untuk tetap berada dalam zona nyaman.
Kondisi ini bisa dikaitkan dengan keinginan untuk mempertahankan kontrol dan menghindari ketidakpastian. Alih-alih bereksperimen dengan rasa baru, mereka lebih memilih makanan yang sudah terbukti aman dan bisa memberikan rasa nyaman.
2. Sensitif terhadap Tekstur Makanan
Banyak picky eater lebih peduli dengan tekstur makanan daripada rasanya. Bagi mereka, sensasi saat makanan dikunyah bisa sangat menentukan apakah mereka mau memakannya atau tidak.
Misalnya, ada orang yang menolak makan buah jika tidak memiliki tingkat kematangan yang sempurna—terlalu keras atau terlalu lembek langsung menjadi alasan untuk tidak memakannya.
Kepekaan terhadap tekstur ini bukan sekadar masalah selera, melainkan juga bisa berhubungan dengan bagaimana otak mereka memproses sensorik makanan.
3. Memiliki Keterikatan Emosional dengan Makanan
Sebagian picky eater sulit melepaskan makanan tertentu karena adanya keterikatan emosional yang kuat. Makanan bukan hanya sekadar asupan energi bagi mereka, tetapi juga sesuatu yang terkait dengan kenangan, kenyamanan, dan kebahagiaan.
Hal ini bisa menjelaskan mengapa seseorang tetap memilih makanan yang sama selama bertahun-tahun, meskipun ada pilihan yang lebih sehat. Ketika makanan sudah menjadi bagian dari identitas emosional seseorang, mengubah pola makan bisa menjadi tantangan besar.
4. Takut Mencoba Makanan Baru
Dalam psikologi, ada istilah food neophobia, yaitu ketakutan untuk mencoba makanan yang belum pernah dikonsumsi sebelumnya. Picky eater sering mengalami hal ini karena adanya kecemasan akan kemungkinan makanan terasa tidak enak atau bahkan menyebabkan efek buruk bagi tubuh mereka.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
