
Ilustrasi orang tua yang tetap dekat dengan anak saat mereka dewasa. (Freepik)
JawaPos.com – Menjaga hubungan yang erat dengan anak saat mereka tumbuh dewasa bukanlah hal yang mudah.
Seiring bertambahnya usia, mereka mulai memiliki kehidupan, tanggung jawab, dan pemikiran sendiri yang mungkin berbeda dari orang tua.
Jika tidak berhati-hati, sikap yang awalnya dimaksudkan sebagai bentuk perhatian justru bisa membuat anak merasa terkekang atau tidak dihargai.
Banyak orang tua tanpa sadar melakukan hal-hal yang membuat anak semakin menjauh. Padahal, agar hubungan tetap harmonis, diperlukan keseimbangan antara kasih sayang dan penghormatan terhadap kemandirian anak.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali sikap-sikap yang bisa membuat hubungan dengan anak merenggang agar dapat menghindarinya.
Dilansir dari laman Personal Branding Blog pada Selasa (25/2), berikut merupakan 8 sikap yang harus dihindari agar tetap dekat dengan anak saat mereka dewasa.
1. Menganggap anak yang sudah dewasa seperti masih kecil
Ketika anak masih kecil, orang tua memiliki tanggung jawab penuh untuk mengasuh, mendidik, dan melindungi mereka. Namun, seiring bertambahnya usia, anak mulai membentuk identitas dan kehidupannya sendiri.
Sayangnya, ada sebagian orang tua yang tetap memperlakukan anak seperti milik pribadi, yang harus selalu diarahkan sesuai keinginan mereka.
Misalnya, terlalu ikut campur dalam memilih jurusan kuliah, pekerjaan, bahkan pasangan hidup anak. Jika orang tua terus memaksakan kehendak, anak bisa merasa tidak dihargai dan semakin menjauh.
Orang tua yang tetap memiliki hubungan dekat dengan anak mereka yang telah dewasa cenderung mengerti bahwa hubungan harus berkembang menjadi lebih setara.
Mereka tidak lagi mengontrol, tetapi berperan sebagai pendukung dan penasihat yang menghormati pilihan sang anak.
2. Terlalu sering mengkritik pilihan hidup anak
Anak yang sudah dewasa tetap ingin mendapatkan dukungan dan pengakuan dari orang tuanya. Namun, jika orang tua terus-menerus mengkritik pilihan anak, ini justru bisa membuat mereka merasa tidak cukup baik atau tidak dihargai.
Contohnya, mengomentari pilihan pekerjaan dengan berkata, "Kenapa kamu kerja di situ? Gajinya kecil dan nggak ada jenjang karier." atau meremehkan pasangan yang dipilih anak dengan komentar seperti, "Dia bukan orang yang tepat untukmu."

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
