
Ilustrasi bekerja di kantor. (Freepik)
JawaPos.com–Bekerja dari rumah atau remote working telah menjadi tren di dunia kerja modern. Fleksibilitas dan kenyamanan menjadi satu di antara alasan utama banyak orang memilih model kerja ini.
Namun, sebuah studi terbaru mengungkap bahwa pekerja remote merasa khawatir tentang peluang promosi. Mereka merasa bahwa bekerja dari jarak jauh dapat menghambat kemajuan karir.
Survei dari United Culture menemukan bahwa lebih dari seperempat pekerja fleksibel merasa kehilangan promosi. Pekerja generasi Z dan milenial yang lebih tua bahkan lebih merasakan dampak ini.
Sebanyak 42 persen dari mereka yang berada di posisi manajemen merasa khawatir tentang perkembangan karir. Mereka takut tidak terlihat atasan dan kehilangan kesempatan penting.
Ketakutan ini muncul karena kurangnya interaksi tatap muka dengan para pengambil keputusan. Pekerja remote mungkin tidak memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kinerja dan kemampuan mereka.
Selain itu, beberapa perusahaan masih menganut budaya kerja tradisional yang mengutamakan kehadiran fisik di kantor. Dalam budaya ini, pekerja yang sering terlihat di kantor dianggap lebih berdedikasi.
Laporan Finance Magnates, Kamis (20/2), menyebutkan adanya kekeringan promosi bagi pekerja remote. Perusahaan mungkin secara tidak sadar memberikan preferensi kepada pekerja in-office dalam hal promosi.
Meskipun demikian, mayoritas pekerja remote tidak ingin kembali bekerja penuh waktu di kantor. Mereka tetap menghargai fleksibilitas dan keseimbangan hidup yang ditawarkan kerja remote.
HR Dive melaporkan, banyak pekerja lebih memilih untuk tetap remote meski khawatir promosi tertunda. Mereka merasa manfaat remote working lebih besar daripada risiko tersebut.
Pekerja remote perlu menyadari adanya tantangan ini dan mengambil langkah proaktif. Membangun visibilitas dan komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk mengatasi hambatan promosi.
Satu di antara caranya adalah dengan lebih aktif berpartisipasi dalam rapat dan diskusi virtual. Pekerja remote juga perlu memastikan pekerjaan mereka tetap terlihat dan dihargai tim dan atasan.
Selain itu, penting untuk membangun jaringan profesional yang kuat di dalam maupun di luar perusahaan. Jaringan ini dapat membantu pekerja remote mendapatkan informasi tentang peluang promosi.
Pengembangan diri juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang promosi. Pekerja remote dapat mengikuti pelatihan atau kursus online untuk meningkatkan keterampilan mereka.
Dengan langkah-langkah ini, pekerja remote dapat mengatasi kebiasaan tidak terorganisir dan meningkatkan visibilitas mereka. Promosi jabatan bukan lagi menjadi mimpi yang sulit diraih meski bekerja dari rumah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
