
Ilustrasi Perilaku Orang yang Terlalu Bersemangat untuk Disukai dan Diterima
JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa harus selalu menyenangkan orang lain, bahkan jika itu berarti mengorbankan kenyamanan atau pendapatmu sendiri? Jika iya, mungkin kamu memiliki mental people pleaser. Suatu pola pikir di mana seseorang terlalu berusaha untuk mendapatkan persetujuan orang lain, bahkan dengan mengorbankan kebutuhannya sendiri.
Menurut psikologi, orang yang bersemangat untuk disukai dan diterima sering kali memiliki harga diri rendah dan merasa perlu melakukan apa saja agar tetap diterima dalam suatu kelompok. Hal ini bisa menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan karena mereka takut akan penolakan atau konflik.
Dilansir dari laman Hack Spirit pada Minggu (16/2) berikut adalah tujuh ciri umum dari seseorang dengan mental people pleaser. Jika beberapa di antaranya terdengar familiar, mungkin ini saatnya untuk lebih mengenal diri sendiri!
1. Mereka Setuju dengan Semuanya
Orang dengan mental people pleaser cenderung mengangguk dan menyetujui pendapat orang lain, bahkan jika mereka sebenarnya tidak sependapat. Bagi mereka, perbedaan pendapat terasa seperti ancaman terhadap hubungan.
Masalahnya, orang yang terlalu bersemangat untuk disukai dan diterima sering kali mengorbankan keaslian diri mereka sendiri. Padahal, orang tidak menghargai mereka yang selalu menyerah atau mengikuti arus tanpa berpikir panjang. Alih-alih membuat mereka lebih disukai, sikap ini justru bisa membuat mereka terlihat tidak memiliki pendirian.
2. Terlalu Banyak Meminta Maaf
Meminta maaf memang baik jika dilakukan pada saat yang tepat. Namun, jika seseorang terlalu sering meminta maaf untuk hal-hal kecil atau yang bahkan bukan kesalahannya, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka merasa tidak cukup baik.
Kebiasaan ini sering kali muncul dari harga diri rendah, di mana seseorang merasa bahwa dirinya adalah penyebab masalah, bahkan jika itu tidak benar. Faktanya, meminta maaf secara berlebihan bisa membuat orang lain kurang menghargai mereka karena mereka tampak tidak yakin dengan dirinya sendiri.
3. Tertawa Bahkan Ketika Itu Tidak Lucu
Orang dengan mental people pleaser sering kali tertawa hanya karena merasa perlu, bukan karena mereka benar-benar menemukan sesuatu yang lucu. Ini adalah respons bawah sadar untuk memastikan bahwa mereka tetap diterima dalam kelompok.
Jika kamu menyadari kebiasaan ini dalam dirimu, coba tanyakan: “Apakah saya benar-benar ingin tertawa, atau saya hanya takut dianggap kaku?” Orang yang tepat tidak akan menilaimu hanya karena kamu tidak ikut tertawa sebab mereka justru akan lebih menghargai kejujuran emosionalmu.
4. Berpura-pura Menyukai Hal yang Tidak Mereka Sukai
Orang dengan mental people pleaser sering kali menyesuaikan minat dan pendapat mereka dengan lingkungan sekitarnya. Bahkan jika itu berarti menyukai sesuatu yang sebenarnya tidak mereka nikmati.
Menurut penelitian, mereka yang terlalu bersemangat untuk disukai dan diterima bisa tanpa sadar mengubah preferensinya hanya demi menyesuaikan diri dengan kelompok sosial. Jika ini terdengar seperti dirimu, mungkin sudah waktunya untuk bertanya pada diri sendiri: Apakah saya benar-benar menyukai ini, atau saya hanya ingin diterima?

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
