Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 21.04 WIB

7 Perkataan yang Sering Diucapkan Orang Tua Ini Tanpa Disadari Bisa Menyakiti Anak, Menurut Psikologi

Ilustrasi Orang tua yang suka merendahkan anak - Image

Ilustrasi Orang tua yang suka merendahkan anak

JawaPos.com – Sebagai orang tua, terkadang kita mengucapkan sesuatu tanpa berpikir. Sekilas terdengar sepele, tapi bagi anak-anak, kata-kata kita itu ternyata bisa meninggalkan bekas sakit yang mendalam.

Menurut psikologi, bahkan komentar yang tampaknya tidak serius bisa memengaruhi kepercayaan diri, harga diri, dan cara mereka melihat dunia.

Kabar baiknya, dengan sedikit kesadaran, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih mendukung.

Dikutip dari Geediting, Kamis (13/2), berikut tujuh ucapan yang tanpa sadar bisa menyakiti anak, serta cara mengatasinya dengan kata-kata yang lebih positif.

1) "Kamu terlalu sensitif"

Anak-anak biasamya merasakan sesuatu dengan intens, dan padahal itu wajar. Namun, jika kita mengatakan, "Kamu terlalu sensitif," mereka bisa merasa perasaan mereka tidak valid.

Alih-alih menyepelekan emosi mereka, cobalah mengatakan, "Ibu/Papa bisa lihat ini bikin kamu sedih. Mau cerita?"

Dengan mengucapkan ini, anda bisa membuat mereka merasa dipahami dan belajar mengelola emosi mereka dengan sehat.

2) "Kenapa kamu nggak bisa seperti kakak/adikmu?"

Membandingkan anak dengan saudara atau temannya bisa membuat mereka merasa tidak cukup baik. Alih-alih termotivasi, mereka justru bisa kehilangan rasa percaya diri.

Daripada membandingkan, lebih baik fokus pada kelebihan mereka: "Ibu/Papa suka caramu berpikir kreatif" atau "Aku bangga dengan usaha kerasmu." 

Ingat, setiap anak itu unik dan berhak diapresiasi apa adanya tanpa perlu dibandingkan dengan anak lainnya. 

3) "Aku kecewa sama kamu"

Anak-anak ingin mendapatkan persetujuan dari orang tuanya. Saat mendengar kalimat ini, mereka bisa merasa bukan hanya perbuatannya yang salah, tetapi diri mereka secara keseluruhan.

Daripada menumpuk rasa bersalah, lebih baik mengajak mereka berpikir: "Keputusan itu kurang tepat, yuk kita cari cara yang lebih baik di lain waktu." Dengan begitu, mereka belajar dari kesalahan tanpa merasa dihukum secara emosional.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore