
Ilustrasi seseorang yang sering merasa galau antara diam di rumah atau pergi keluar. (Freepik)
JawaPos.com - Ada sejumlah orang yang sering merasa galau antara kenyamanan di rumah dan godaan dunia luar. Mungkin kamu termasuk salah satunya yang sering kebingungan, antara memilih tetap di rumah atau keluar bersosialisasi. Ternyata, psikologi punya penjelasan terkait perasaan tersebut.
Beberapa perilaku tertentu bisa menjelaskan mengapa sebagian dari kita sulit memilih, apakah menjadi pribadi yang lebih tertutup atau lebih aktif bersosialisasi.
Dilansir dari Geediting, berikut 8 karakteristik yang sering muncul dalam dilema ini. Dengan memahami perasaan galau ini, kamu mungkin bisa menemukan cara untuk menyeimbangkan kebutuhan akan waktu sendiri dan waktu bersosialiasi.
1. Takut Kehilangan Kesempatan (FOMO)
Jika kamu sering merasa bingung antara memilih tetap di rumah atau pergi keluar, bisa jadi kamu mengalami FOMO (Fear of Missing Out). FOMO merupakan rasa takut ketinggalan momen seru atau penting yang sedang terjadi di luar sana.
Menurut Dr. Dan Herman, FOMO adalah keinginan untuk terus terhubung dengan apa yang dilakukan orang lain. Biasanya, rasa ini muncul ketika kita merasa khawatir kehilangan pengalaman yang menyenankan jika memilih untuk tetap di rumah.
2. Paradoks Pilihan
Menurut psikolog Barry Schwartz, semakin banyak pilihan yang kita miliki, kadang malah membuat kita merasa tertekan dan sulit mengambil keputusan. Misalnya, suatu malam, kamu diundang ke beberapa acara sosial sekaligus, seperti menonton film bersama teman, menghadiri pesta ulang tahun di klub, atau makan malam di restoran mewah. Karena bingung memilih, akhirnya kamu malah memutuskan untuk tetap di rumah, meski semuanya tampak menarik. Kadang, terlalu banyak pilihan justru membuat kita tidak puas dengan keputusan yang diambil.
3. Kebutuhan untuk Menyendiri
Seringkali, perasaan galau antara keluar dan tetap di rumah berasal dari kebutuhan kita untuk menikmati kesendirian. Ada kalanya kita ingin berada di ruang yang tenang, menikmati musik, atau membaca buku tanpa gangguan.
Ini bukan berarti kita tidak suka bersosialisasi, tetapi kadang-kadang kita butuh waktu sendiri untuk merenung dan menenangkan pikiran. Kebutuhan ini sering membuat kita sulit memilih antara bersosialisasi atau menikmati waktu tenang di rumah.
4. Keseimbangan Energi
Sebagian orang, seperti saya, adalah ambivert—suka berinteraksi dengan orang, tetapi terkadang merasa perlu waktu untuk mengisi ulang energi. Terkadang, berinteraksi dengan banyak orang justru membuat kita merasa lelah dan perlu waktu untuk diri sendiri.
Psikolog Carl Jung membedakan antara introvert yang merasa lebih energik setelah menghabiskan waktu sendiri, dan extrovert yang justru mendapatkan energi dari interaksi sosial. Ambivert seperti kita, sering kali harus menyeimbangkan keduanya.
5. Dilema Zona Nyaman

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
