
Ilustrasi orang tua dan anak. (Pexels)
JawaPos.com – Menghadapi orang tua toxic memang sangat sulit. Tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh perilaku mereka bisa mempengaruhi keputusanmu, bahkan mungkin membuatmu memilih tidak berhubungan sama sekali dengan mereka.
Di sisi lain, ada kemungkinan kamu ingin bekerja sama dengan mereka dan membangun hubungan yang lebih sehat.
Apapun pendekatan yang dipilih, hal terpenting adalah membuat keputusan terbaik dan paling sehat bagi dirimu berdasarkan kebutuhan emosional dan kesejahteraan pribadi.
Dilansir dari choosingtherapy.com, berikut beberapa cara menghadapi orang tua yang toxic supaya tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental dan fisik.
Jika kamu dibesarkan oleh orang tua yang toxic, maka kamu mungkin sering merasa ragu tentang pikiran atau perasaanmu sendiri terkait masa kecil dan dinamika keluarga yang tidak sehat.
Kamu mungkin dibiasakan merasa bahwa emosimu salah atau tidak valid. Namun, kamu harus paham bahwa apa pun yang kamu pikirkan dan rasakan merupakan pengalaman pribadimu yang sah dan layak dihargai.
Meskipun keluargamu mungkin tidak dapat memberikan dukungan atau pengakuan terhadap perasaanmu, tetapi kamu tetap punya kemampuan mengakui dan menghargai pengalaman tersebut bagi diri sendiri.
Mengakui perasaanmu sendiri adalah langkah penting untuk proses penyembuhan dan pemahaman diri.
Batasan dibuat guna melindungi semua pihak yang terlibat dalam sebuah hubungan. Batasan ini sangat penting. Jenis batasan yang ditentukan dengan orang tua akan bergantung pada kondisi spesifikmu, seperti membatasi pertemuan dengan orangtua menjadi sekali seminggu.
Selain itu, kamu perlu mengomunikasikan batasan tersebut dengan jelas, penuh rasa hormat, dan tetap tegas, walau orang lain mungkin menolaknya.
Hal yang wajar bagi anak-anak jika menginginkan orang tua mereka menjadi sosok yang penuh kasih dan mendukung seperti yang mereka butuhkan.
Akan tetapi, kenyataannya adalah kamu tidak bisa mengubah orang lain, tidak peduli seberapa besar keinginanmu. Menerima kenyataan ini justru bisa memberi kekuatan.
Alih-alih berupaya mengubah orang tua, lebih baik fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan. Seperti bagaimana kamu merespons perilaku toxic mereka dan sejauh mana kamu memilih melibatkan mereka dalam hidupmu.
Arahkan energimu untuk mengelola harapanmu sendiri dan membuat keputusan yang sehat bagi dirimu. Tetaplah fokus pada perubahan yang bisa dibuat.
Sangat penting untuk menyadari seberapa banyak kamu berbagi dengan orang tua yang toxic. Apabila kamu terlalu terbuka, mereka mungkin menggunakan informasi tersebut untuk melawanmu atau membuat dirimu merasa lebih buruk.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
