JawaPos.com - Selain identik dengan warna merah, emas, shio, dan kue bulan, Imlek juga identik dengan dumpling atau di Indonesia sendiri lebih populer dikenal dengan pangsit. Dumpling dan Tahun Baru Imlek sejatinya memiliki sejarah yang erat.
Dilansir dari laman Typical Noodles, tradisi makan dumpling atau pangsit saat tahun baru imlek diyakini dimulai pada masa Dinasti Han (206 SM - 220 M) dan diprakarsai oleh seorang tabib bernama Zhang Zhongjing. Tabib Zhang merupakan tabib yang sangat suka mempelajari banyak metode pengobatan bahkan dari luar negerinya.
Pada periode antara musim dingin dan Tahun Baru Imlek, Zhang menemukan banyak warga desanya menderita kedinginan yang menyebabkan flu, hipotermia, bahkan orang menderita Frostbite atau radang dingin di telinga akibat cuaca yang sangat dingin.
Sebagai solusi, dari apa yang ia pelajari sebelumnya Zhang akhirnya berinisiatif membuat sebuah resep makanan yang berkuah dan menghangatkan yang terbuat dari daging domba, lada hitam, dan ramuan obat, yang dibungkus dalam adonan tepung yang dipipihkan (kulit pangsit).
Itulah kenapa hingga kini, saat merayakan tahun baru Imlek, menikmati dumpling sudah menjadi bagian dari tradisi ini, meskipun dumpling tidak lagi dibuat untuk keperluan medis. Bahan-bahannya kini dibuat lebih bervariasi seperti ditambahkan sayuran, daging babi, atau daging ayam.
Pada malam menjelang Tahun Baru, keluarga-keluarga akan berkumpul untuk membuat dan memasak dumpling, yang kemudian dimakan tepat atau setelah tengah malam. Tradisi ini melambangkan akhir dari selesainya urusan di tahun sebelumnya dan merayakan tahun yang baru, dengan makan bersama.
Selain itu, dumpling atau pangsit juga dianggap sebagai simbol umur panjang dan kekayaan karena bentuknya menyerupai ingot emas atau perak, mata uang Cina kuno. Beberapa orang bahkan menyisipkan koin dalam dumpling sebagai simbol keberuntungan.
Itulah cerita di balik mengapa makan pangsit menjadi salah satu tradisi yang tidak bisa dilepaskan dari momen tahun baru Imlek. Sudah nggak penasaran lagi kan dengan ceritanya.