
Ilustrasi pria yang suka menunda pekerjaan. (Freepik)
JawaPos.com – Proscrastinator atau seseorang yang berulang kali menunda keputusan atau tindakan tanpa alasan yang jelas. Misalnya, jika seseorang berulang kali menunda mengerjakan tugas hingga menjelang batas waktu tanpa alasan, meskipun ia tahu bahwa akan lebih baik jika ia memulainya lebih awal, orang tersebut adalah penunda.
Orang yang suka menunda-nunda biasanya menderita berbagai masalah karena kebiasaan menunda-nunda, seperti kesempatan yang hilang dan meningkatnya stres.
Penderita ‘Proscrastinator’ biasanya menderita kesenjangan antara niat dan tindakan, Mereka tidak mampu memaksakan diri untuk melakukan sesuatu tepat waktu meskipun mereka bermaksud dan ingin melakukannya, dan meskipun mereka menyadari betul masalah yang disebabkan oleh kebiasaan menunda-nunda mereka.
Oleh karena itu, banyak orang yang suka menunda-nunda terjebak dalam siklus penundaan kronis, yang terus mereka coba hindari.
Dilansir dari Solving Proscrastinator berikut perilaku yang sering ditunjukkan oleh orang yang suka menunda-nunda pekerjaan beserta bahaya yang berdampak diantaranya:
1. Seseorang yang kerap kali menjelajahi media sosial saat seharusnya bekerja, meski sebenarnya ia frustrasi dengan dirinya sendiri dan berharap bisa segera memulainya.
2. Seseorang yang begadang lebih lama dari yang seharusnya setiap malam, melakukan hal-hal seperti menonton video , meskipun tahu bahwa hal tersebut membuat mereka kelelahan.
3. Seseorang yang sering melakukan hal-hal yang bermanfaat, seperti membersihkan kamarnya, padahal seharusnya mereka melakukan hal-hal yang lebih penting, seperti menyelesaikan tugas sekolah.
4. Seseorang yang terus-menerus berjanji pada dirinya sendiri bahwa mereka akan memulai proyek yang mereka sukai seperti menulis buku atau membangun bisnis. Tetapi tidak pernah membuat kemajuan apa pun, dan sebaliknya hanya berfantasi tentang kesuksesan mereka di masa depan.
5. Seseorang yang terus-menerus mencari alasan untuk menjelaskan mengapa mereka harus menunggu sebelum memulai kebiasaan baru yang positif seperti berdiet, berolahraga, atau menabung meskipun mereka tahu akan lebih baik bagi mereka untuk memulainya saja.
Menjadi seorang penunda dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk hilangnya kesempatan, kinerja akademis yang buruk, status pekerjaan dan keuangan yang buruk, meningkatnya konflik interpersonal, kesejahteraan emosional yang buruk, kesehatan mental yang buruk, dan kesehatan fisik yang buruk.
Lebih jauh lagi, para penunda cenderung menunda mencari bantuan untuk masalah mereka, termasuk untuk menunda-nunda pekerjaan mereka.
Menurut survei seperti dikutip dari Solving Proscrastinator terdapat 20% orang dewasa adalah penunda kronis, Lebih jauh lagi, sekitar 75% mahasiswa menganggap diri mereka sebagai penunda, dan 50% menunda secara konsisten dan bermasalah.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
