Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Januari 2025 | 00.58 WIB

7 Kebiasaan Orang yang Terlilit Hutang dan Hidup dalam Kebangkrutan, Menurut Psikologi

7 Kebiasaan Orang yang Terlilit Hutang dan Hidup dalam Kebangkrutan, Menurut Psikologi./Pexels. - Image

7 Kebiasaan Orang yang Terlilit Hutang dan Hidup dalam Kebangkrutan, Menurut Psikologi./Pexels.

JawaPos.com - Masalah finansial sering kali terasa seperti siklus tanpa akhir yang membuat kita terjebak di tempat yang sama, bahkan mungkin lebih buruk dari sebelumnya. Namun, kondisi ini jarang terjadi secara acak.

Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari mereka memiliki dampak besar pada stabilitas keuangan. Psikologi menjelaskan bahwa pola pikir dan emosi memainkan peran penting dalam bagaimana seseorang mengelola uangnya.

Dilansir dari laman Blog Herald pada Senin (6/1) berikut tujuh kebiasaan umum yang sering ditemukan pada orang yang terlilit hutang dan terus hidup dalam kebangkrutan.

1. Hidup di Luar Kemampuan

Gaya hidup serba instan sering kali menggoda kita untuk menghabiskan uang lebih dari yang kita hasilkan. Membeli mobil baru, gadget terbaru, atau menyewa apartemen mewah sering dianggap sebagai simbol kesuksesan.

Namun, kenyataannya adalah banyak orang terjebak dalam utang karena mengambil komitmen finansial yang tidak seimbang dengan pendapatan mereka.

Hidup di luar kemampuan adalah kebiasaan yang sulit dilepaskan, terutama jika seseorang terus membandingkan dirinya dengan orang lain.

Padahal, hidup sesuai kemampuan tidak hanya tentang pengorbanan, tetapi juga tentang melindungi diri dari siklus masalah finansial yang lebih besar.

2. Menghindari Pembicaraan tentang Uang

Aneh tapi nyata, banyak orang yang terlilit hutang justru memilih untuk menghindari berbicara atau bahkan berpikir tentang situasi keuangan mereka.

Penghindaran ini sering kali dipicu oleh rasa malu, takut, atau bahkan denial terhadap realitas.

Misalnya, seseorang mungkin sengaja tidak membuka laporan rekening banknya karena takut melihat saldo negatif atau tagihan yang belum dibayar.

Kebiasaan ini, meskipun tampaknya melindungi dari stres jangka pendek, sebenarnya hanya memperburuk masalah finansial dalam jangka panjang.

3. Pembelian Impulsif

Pernahkah Anda membeli sesuatu hanya karena terlihat menarik di etalase atau sedang diskon besar-besaran? Pembelian impulsif adalah kebiasaan yang sering kali menggiring seseorang ke dalam masalah keuangan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore