Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Januari 2025 | 22.10 WIB

Ternyata Ini Alasan Hari Raya Galungan Bermakna dalam Bagi Umat Hindu

Ilustrasi Hari Raya Galungan - Image

Ilustrasi Hari Raya Galungan

JawaPos.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, perayaan yang telah bertahan selama berabad-abad, membawa warisan dan kebijaksanaan yang menembus waktu. Galungan, sebuah hari yang dipenuhi dengan makna spiritual, mungkin terdengar seperti sekadar ritual tahunan bagi sebagian orang.

Namun, jika kita menyelami lebih dalam, perayaan ini bukan hanya tentang upacara atau tradisi semata. Galungan adalah saksi bisu dari perjuangan batin manusia.

Dilansir JawaPos.com dari kanal youtube sejarahbalichannel, Sabtu (4/1) kisah Galungan yang penuh dengan nilai-nilai luhur dan simbolisme yang sering terlupakan, namun tetap mengilhami hati banyak umat Hindu.

Hari Raya Galungan merupakan perayaan penting dalam agama Hindu. Meskipun sejarah asal-usulnya masih menyisakan misteri, referensi dari berbagai pustaka dan catatan sejarah memberikan petunjuk tentang bagaimana perayaan ini telah ada sejak zaman kerajaan Majapahit pada abad ke-16, bahkan lebih awal lagi, pada abad ke-11 di Jawa Timur.

Nama "Galungan" sendiri memiliki makna yang cukup mendalam, yaitu "peperangan" atau "pertempuran." Dalam bahasa Sunda, "galungan" berarti berperang. Dalam konteks ini, perayaan Galungan tidak hanya diartikan sebagai sebuah perayaan semata, melainkan sebagai simbol dari perjuangan spiritual antara dharma dan adharma.

Menurut Parisada Hindu Dharma, Galungan melambangkan pawadalan jagad atau "otong gumi," yang mengarah pada penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas terciptanya dunia beserta segala isinya. Meskipun tidak ada hubungan langsung antara Galungan dan hari Buddha Kelion Dungulan, hari tersebut dipilih sebagai momen umat Hindu untuk bersyukur atas segala karunia yang telah diberikan oleh Tuhan.

Makna Simbolis dalam Perayaan

Salah satu simbol yang sangat khas dalam perayaan Galungan adalah penjor, sebuah bambu panjang yang dihias dengan berbagai hasil pertanian seperti jagung, kelapa, dan jajanan. Penjor ini bukan hanya sekadar hiasan, tetapi melambangkan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi, serta mengingatkan umat tentang anugerah yang diberikan oleh Tuhan. Pada penjor juga digantungkan barang-barang yang menggambarkan keberkahan hidup, baik materi maupun spiritual.

Selain penjor, dalam rangkaian upacara Galungan, umat juga melaksanakan persembahyangan di berbagai tempat suci, seperti di sanggah, pura, hingga di rumah-rumah mereka. Persembahan yang diaturkan tidak hanya berupa hasil bumi, tetapi juga makanan, seperti sesata babi, daging goreng, hingga rawon. Semua ini adalah bentuk syukur umat terhadap Tuhan dan sebagai simbol penyucian diri.

Sikap Batin dalam Perayaan

Paling utama dalam perayaan Galungan adalah sikap batin umat Hindu. Perayaan ini mengajarkan agar umat tidak hanya sekadar melakukan upacara secara lahiriah, tetapi juga dengan penuh kesadaran dan ketulusan. Seperti yang diajarkan dalam pustaka Lontar Jayakasunu, pada hari Galungan, Ida Sang Hyang Widhi menurunkan kekuatan iman dan kesucian batin untuk membantu umat melawan adharma yang ada dalam diri mereka.

Perayaan Galungan juga menjadi momen untuk merefleksikan diri, mengingatkan umat agar tidak terpengaruh oleh keletehan atau kesalahan batin. Ini adalah saat untuk memperbaharui komitmen dalam menjalani hidup yang sesuai dengan ajaran dharma. Oleh karena itu, meskipun dalam kegembiraan, umat diminta untuk tetap menjaga kesusilaan, tidak terjebak dalam cara-cara yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti judi atau mabuk-mabukan.

Galungan sebagai Momen Syukur dan Kemenangan

Dalam perayaan Galungan, kegembiraan dirasakan oleh seluruh umat Hindu, namun tidak hanya dalam bentuk kebahagiaan materi, tetapi juga kebahagiaan spiritual. Ini adalah saat untuk merayakan anugerah dari Tuhan yang tidak hanya berupa materi, tetapi juga iman dan kesucian batin. Kemenangan dharma atas adharma, baik dalam diri pribadi maupun dalam kehidupan sehari-hari, menjadi inti dari perayaan ini.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore