Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Januari 2025 | 01.23 WIB

Penting Bagi Kamu yang Ingin Jadi Content Creator, Jika Ingin Lebih Populer di Media Sosial, Tinggalkan 7 Perilaku Ini

Ilustrasi content creator. - Image

Ilustrasi content creator.

JawaPos.com - Di era teknologi yang canggih ini dan gencarnya media sosial di kalangan masyarakat, banyak yang beralih profesi menjadi content creator.

Dikutip dari laman Quipper Campus pada (31/12) content creator merupakan sebutan bagi seseorang yang melahirkan berbagai materi konten baik berupa tulisan, gambar, video, suara, maupun gabungan dari materi tersebut.

Konten yang dibuat oleh para content creator itu biasanya dimuat di platform digital, seperti YouTube, Instagram, atau TikTok. Terkadang materi yang disajikan itu berupa humor, edukasi, atau sekedar cerita kegiatan sehari-hari.

Namun agar menjadi content creator yang berkualitas, dilansir dari laman Small Biz Technology pada (31/12) jika kamu ingin lebih populer di media sosial, tinggalkan 7 kebiasaan ini:

1. Terlalu banyak memakai tagar

Tagar atau tanda pagar adalah sumber kehidupan media sosial. Mereka mengizinkan postinganmu ditemukan oleh mereka yang belum menjadi pengikutmu.

Tapi inilah masalahnya, ada garis tipis antara menggunakan tagar secara efektif dan berlebihan. Jika kamu memasukkan selusin atau lebih tagar di setiap posting, mungkin sudah waktunya untuk memikirkan kembali strateginya. Ini bukan tentang kuantitas, tetapi kualitas dan relevansi tagar yang benar-benar penting.

Ingat, media sosial bukan hanya tentang ditemukan, tetapi juga tentang menciptakan percakapan dan koneksi yang bermakna.

2. Mengabaikan keterlibatan

Platform media sosial adalah tentang interaksi, meskipun kamu dan para pengikut tidak bertemu secara langsung, tapi perlu untuk saling menyapa sehingga komunikasi berjalan dua arah.

3. Selalu mempromosikan diri

Tidak buruk untuk membagikan pencapaian atau mempromosikan pekerjaan, tetapi ketika hanya itu yang kamu lakukan, itu bisa menjadi egois dan satu dimensi.

Mulailah untuk menunjukkan minat yang tulus pada para pengikut, membagikan konten yang menguntungkan bagi mereka, atau mengakui kontribusi mereka terhadap postinganmu.

4. Mengabaikan konten video

Pada tahun 2022, video online akan membentuk lebih dari 82% dari peminat media sosial, Itu 15 kali lebih tinggi dari pada tahun 2017, menurut Cisco.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore