Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Desember 2024 | 18.59 WIB

8 Kualitas Seseorang yang Tumbuh di Tengah Keluarga yang Kacau dan Tidak Teratur Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang tumbuh di tengah keluarga kacau./Freepik. - Image

Ilustrasi orang yang tumbuh di tengah keluarga kacau./Freepik.

JawaPos.com - Anak yang tumbuh di tengah keluarga kacau dan tidak teratur sering kali memiliki stigma negatif dan dikasihani karena betapa malangnya mereka.

Mereka memang terlahir kurang beruntung, tapi berkat dari masalah tersebut bisa membangun ketahanan mental yang luar biasa dibanding anak-anak pada umumnya.

Dilansir dari laman Small Biz Technology pada (26/12) inilah 8 kualitas seseorang yang tumbuh di tengah keluarga yang kacau dan tidak teratur menurut psikologi :

1. Kemampuan beradaptasi

Tumbuh di keluarga yang kacau dan tidak teratur sering kali menanamkan rasa kemampuan beradaptasi yang unik pada individu.

Mereka harus menghadapi situasi dan perubahan dalam lingkungannya, hingga akhirnya mereka sangat fleksibel saat menghadapi kesulitan.

Ini bukanlah sesuatu yang mereka pilih, tapi merupakan strategi bertahan hidup. Perubahan yang terus-menerus telah mengkondisikan mereka untuk bersiap menghadapi apapun dan menyesuaikan perilaku mereka.

Kemampuan beradaptasi ini dapat menjadi kekuatan dalam banyak bidang kehidupan, termasuk situasi profesional, tapi hal ini juga dapat menimbulkan tantangan tersendiri.

2. Tingkat empati yang cukup tinggi

Hal ini mungkin tampak mengejutkan, karena kamu mungkin mengira orang-orang seperti itu akan lebih fokus pada diri sendiri karena kebutuhan untuk melindungi diri dari lingkungan yang tidak dapat diprediksi.

Mereka yang tumbuh dalam keluarga yang kacau dan tidak teratur sering kali menjadi sangat sensitif terhadap konflik. Ketidakpastian dan stres yang mereka alami semasa kecil dapat membuat segala bentuk perselisihan atau ketegangan terasa sangat tidak nyaman.

Sensitivitas ini bukanlah suatu kekurangan, tapi ini adalah bukti kekuatan dan kemampuan mereka untuk merasakan secara mendalam. Mereka juga telah belajar menangkap isyarat halus mengenai potensi konflik untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

5. Keinginan akan ketertiban dan kendali

Ketika tumbuh di tengah kekacauan, wajar jika kamu mendambakan keteraturan dan kendali dalam kehidupan dewasa. Banyak orang yang pernah mengalami pola asuh yang tidak teratur sering kali merasa nyaman dengan menjaga lingkungan terstruktur dan terorganisir.

Hal ini bisa berarti menjaga kebersihan rumah dengan cermat, merencanakan rutinitas hingga ke detail terkecil, atau bahkan bersikap khusus terhadap ruang kerja mereka.

Keinginan untuk memegang kendali adalah cara mereka menciptakan rasa stabilitas yang hilang di tahun-tahun awal kehidupannya. Tapi ini bukan tentang menjadi perfeksionis atau terlalu terorganisir, tapi tentang menciptakan tempat perlindungan pribadi di saat mereka merasa aman dan tentram.

6. Kemandirian  

Individu yang tumbuh dalam keluarga yang kacau sering kali mengembangkan rasa kemandirian yang kuat. Mereka mungkin telah belajar sejak usia muda bahwa hanya bisa bergantung pada diri sendiri untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan mereka.

7. Kesulitan mempercayai orang lain

Sayangnya, tumbuh dalam kekacauan dapat menyebabkan masalah kepercayaan di kemudian hari. Ketika orang-orang yang seharusnya peduli pada mereka dan memberikan stabilitas menjadi sumber ketidakpastian, sulit untuk tidak membawa perasaan itu ke dalam hubungan lain.

Ini bukan tentang menyimpan dendam atau menjadi paranoid. Ini tentang mempertahankan diri, sebuah mekanisme pertahanan yang diasah dari ketidakpastian selama bertahun-tahun.

Meskipun hal ini dapat dimengerti, hal ini juga merupakan penghalang yang dapat menghalangi hubungan yang mendalam dan bermakna.

8. Kekuatan akan kelangsungan hidup

Mereka bangkit dari awal yang penuh gejolak dengan serangkaian kualitas yang membuat mereka diperlengkapi secara unik untuk menghadapi naik turunnya kehidupan.

Namun penting untuk diingat bahwa mereka bukan hanya hasil dari didikannya yang kacau. Mereka adalah individu dengan kekuatan, kelemahan, harapan, dan impiannya masing-masing.

Masa lalu mereka mungkin telah membentuknya hingga saat ini, hal paling penting untuk diingat adalah melihat dan menghargai mereka apa adanya melebihi pengalaman masa lalunya.

Tapi terlepas dari 8 kualitas yang dimiliki mereka, jangan sesekali menghidupkan ketidakharmonisan dalam keluarga. Dikutip dari laman Halodoc, perdebatan memang tak bisa terelakkan. Meski begitu, sebaiknya hindari bertengkar di depan anak.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore